Berita

Direktur Eksekutif Lingkar Madani (LIMA) Ray Rangkuti/RMOL

Politik

Sikap Nasdem Pada UU Pemilu Hanya Negosiasi Agar Jokowi Tak Copot Kadernya Dari Kabinet

SABTU, 06 FEBRUARI 2021 | 15:30 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Sikap politik Partai Nasdem yang belakangan menolak revisi UU 7/2017 tentang Pemilu hanyalah bagian dari negosiasi kepada Presiden Joko Widodo agar isu reshuffle kabinet yang disebut menyasar Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mereda.

Begitu disampaikan Direktur Eksekutif Lingkar Madani (LIMA) Ray Rangkuti saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu di Jakarta, Sabtu (6/2).

"Saya kira Nasdem tidak berubah haluan. Sikap Nasdem justru bagian dari negosiasi politik antara Nasdem dengan Pak Jokowi," kata Ray Rangkuti.


Menurut Ray, dalam dunia politik, bentuk negosiasi seperti yang dilakukan Nasdem sangat lazim terjadi. Apalagi, jika dikaitkan dengan isu soal adanya kemungkinan reshuffle salah satu anggota kabinet yang menyasar Nasdem.

"Artinya, Nasdem menaikan isu pentingnya revisi UU Pemilu dan Pilkada 2022 justru untuk menahan langkah rencana reshuffle salah satu anggota kabinet dari Nasdem. Setelah ada kepastian tidak adanya reshuffle, maka Nasdem menyatakan setuju pada sikap pemerintah," tuturnya.

"Model negosiasi seperti ini akan lazim dalam realitas politik dengan pendukung yang begitu besar," imbuh Pengamat Politik jebolan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini.

Presiden Jokowi, kata Ray Rangkuti, nantinya akan disibukan dengan berbagai urusan internal. Sebab, akan selalu ada negosiasi antara Presiden Jokowi dengan anggota koalisi pemerintah.

"Tak akan mudah, tak ada makan gratis. Partai-partai akan bermanuver untuk mendapatkan porsi atau bagian yang pas bagi mereka. Dimulai dari tahun 2021 ini dan akan terus bereskalasi sesuai dengan waktu," demikian Ray Rangkuti.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya