Berita

Rohingya/Net

Dunia

Kudeta Militer Myanmar, PBB Khawatirkan Nasib 600 Ribu Muslim Rohingya

SELASA, 02 FEBRUARI 2021 | 13:05 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyoroti nasib 600 ribu Muslim Rohingya yang masih berada di Myanmar di tengah kudeta militer yang terjadi.

Jurubicara PBB, Stephane Dujarric pada Senin (1/2) mengatakan, ketegangan di Myanmar saat ini kemungkinan membuat orang Rohingya sulit bergerak untuk mendapatkan akses ke layanan kesehatan.

"Ada sekitar 600 ribu orang Rohingya yang tetap berada di negara bagian Rakhine, termasuk 120 ribu orang yang secara efektif dikurung di kamp. Mereka tidak dapat bergerak bebas dan memiliki akses yang sangat terbatas ke layanan kesehatan dan pendidikan dasar," terang Dujarric, seperti dikutip Reuters.


Kekhawatiran PBB terhadap Rohingya sendiri bukan tanpa alasan. Pada 2017, militer Myanmar dilaporkan melakukan tindakan keras kepada etnis Rohingya yang membuat lebih dari 700 ribu di antara mereka melarikan diri ke Bangladesh.

Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres dan negara-negara Barat meyakini jika militer Myanmar berupaya melakukan genosida, meski hal tersebut dibantah.

"Jadi ketakutan kami adalah bahwa peristiwa tersebut dapat memperburuk situasi bagi mereka," kata Dujarric.

Menurut para diplomat, Dewan Keamanan PBB berencana untuk menggelar pertemuan tertutup untuk membahas situasi di Myanmar saat ini.

"Kami ingin mengatasi ancaman jangka panjang terhadap perdamaian dan keamanan, tentu saja bekerja sama erat dengan negara tetangga Myanmar di Asia dan ASEAN," jelas Duta Besar Inggris untuk PBB, Barbara Woodward yang saat ini menjabat sebagai presiden DK PBB untuk Februari.

Pada Senin dini hari, militer Myanmar menangkap dan menahan pemimpin de facto Aung San Suu Kyi bersama dengan para pejabat partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD).

Militer kemudian menyerahkan kekuasaan kepada Panglima Militer Min Aung Hlaing dan mengumumkan keadaan darurat selama satu tahun.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

KPK Terbitkan Sprindik Baru Terkait TPPU Wali Kota Madiun Maidi

Rabu, 23 September 2026 | 18:27

Pemerintah Sediakan Pendidikan Gratis Mulai TK hingga SMA Lewat Dana BOS

Rabu, 23 September 2026 | 18:19

IHSG-Rupiah Kompak Parkir di Zona Hijau Usai BI Tahan Suku Bunga

Rabu, 23 September 2026 | 17:58

Beli Tiket MotoGP Indonesia 2026 via wondr by BNI Diskon hingga Rp300 Ribu

Rabu, 23 September 2026 | 17:41

Anggota DPRD Hingga Petinggi LSM Diperiksa KPK dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 23 September 2026 | 17:38

Prabowo Bentuk Tim Khusus Kaji Rencana Gratiskan Kuliah di PTN

Rabu, 23 September 2026 | 17:34

Bos BI Ungkap Investasi Asing Masuk RI Rp7,1Triliun, Ditopang SBN

Rabu, 23 September 2026 | 17:18

Legislator Nasdem Dorong Pembenahan Pelayaran, Belajar dari Kereta Api

Rabu, 23 September 2026 | 17:09

Pemerintah Bisa Lebih Repot Bila Daya Beli Kelas Menengah Terus Tertekan

Rabu, 23 September 2026 | 17:01

Prabowo Pantau Karhutla Sumatra-Kalimantan, 209,78 Hektare Masih Dipadamkan

Rabu, 23 September 2026 | 16:52

Selengkapnya