Berita

Mantan Duta Besar China untuk AS, Yang Jiechi/Net

Dunia

Petinggi Partai Komunis China Peringatkan Biden Untuk Tidak Lintasi 'Garis Merah'

SELASA, 02 FEBRUARI 2021 | 10:44 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Diplomat top China yang saat ini duduk sebagai salah satu dari 25 anggota Politbiro Partai Komunis, Yang Jiechi memberikan komentar atas hubungan Beijing dan Washington.

Dalam sebuah video pidato kepada Komite Nasional Hubungan AS-China pada Selasa (2/2), Yang menyebut kedua negara dapat bekerja sama untuk meningkatkan urusan global pada pemerintahan Presiden Joe Biden.

"Selama beberapa tahun terakhir, pemerintahan (mantan Presiden Donald) Trump telah mengadopsi kebijakan yang salah terhadap China, menjerumuskan hubungan ke dalam periode tersulit sejak pembentukan hubungan diplomatik," ujar Yang, seperti dikutip Bloomberg.


"Kami percaya bahwa perdamaian dan pembangunan masih menjadi tren yang berlaku saat ini, dan bahwa hidup berdampingan secara damai dan kerja sama yang saling menguntungkan tetap menjadi aspirasi bersama semua orang," tambahnya.

Meski begitu, mantan Duta Besar China untuk AS itu juga memperingatkan Washington untuk tidak mencampuri urusan dalam negeri China, seperti Hong Kong, Tibet dan Xinjiang,

"Itu merupakan garis merah yang tidak boleh dilintasi. Setiap pelanggaran akan berakhir dengan merusak China-AS. hubungan, dan kepentingan Amerika Serikat sendiri," tegas Yang.

Sejauh ini, Biden sendiri telah mengisyaratkan untuk melanjutkan tekanan internasional terhadap China atas praktik hak asasi manusianya.

Hanya beberapa hari setelah Biden berkuasa, Departemen Luar Negeri mengeluarkan pernyataan yang menegaskan komitmen Washington untuk Taiwan dan mendesak Beijing untuk menghentikan tekanan militer, diplomatik, dan ekonominya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

KPK Terbitkan Sprindik Baru Terkait TPPU Wali Kota Madiun Maidi

Rabu, 23 September 2026 | 18:27

Pemerintah Sediakan Pendidikan Gratis Mulai TK hingga SMA Lewat Dana BOS

Rabu, 23 September 2026 | 18:19

IHSG-Rupiah Kompak Parkir di Zona Hijau Usai BI Tahan Suku Bunga

Rabu, 23 September 2026 | 17:58

Beli Tiket MotoGP Indonesia 2026 via wondr by BNI Diskon hingga Rp300 Ribu

Rabu, 23 September 2026 | 17:41

Anggota DPRD Hingga Petinggi LSM Diperiksa KPK dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 23 September 2026 | 17:38

Prabowo Bentuk Tim Khusus Kaji Rencana Gratiskan Kuliah di PTN

Rabu, 23 September 2026 | 17:34

Bos BI Ungkap Investasi Asing Masuk RI Rp7,1Triliun, Ditopang SBN

Rabu, 23 September 2026 | 17:18

Legislator Nasdem Dorong Pembenahan Pelayaran, Belajar dari Kereta Api

Rabu, 23 September 2026 | 17:09

Pemerintah Bisa Lebih Repot Bila Daya Beli Kelas Menengah Terus Tertekan

Rabu, 23 September 2026 | 17:01

Prabowo Pantau Karhutla Sumatra-Kalimantan, 209,78 Hektare Masih Dipadamkan

Rabu, 23 September 2026 | 16:52

Selengkapnya