Berita

Dua mantan Presiden Amerika Serikat dari Partai Republik, George W. Bush dan Donald Trump/Net

Dunia

Kecewa Dengan Trump, Puluhan Pejabat Republik Era George W. Bush Tinggalkan Partai Republik

SELASA, 02 FEBRUARI 2021 | 09:00 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Puluhan anggota Partai Republik yang bekerja di bawah pemerintahan mantan Presiden George W. Bush dilaporkan meninggalkan partai karena kecewa dengan banyaknya kegagalan selama pemerintahan mantan Presiden Donald Trump.

Mereka diketahui pernah bertugas di eselon tertinggi pemerintahan Bush. Beberapa telah mengakhiri keanggotaan mereka, sementara yang lainnya membiarkannya tidak berlaku sementara.

"Partai Republik yang saya tahu sudah tidak ada lagi. Saya akan menyebutnya kultus Trump," ujar mantan Wakil Menteri Keuangan untuk Terorisme dan Intelijen Keuangan di pemerintahan Bush, Jimmy Gurule.


Sementara itu, Kristopher Purcell yang bekerja di kantor komunikasi Gedung Putih pada era Bush mengungkap, sekitar 60 hingga 70 mantan pejabat Bush telah memutuskan meninggalkan partai.

"Jumlahnya bertambah setiap hari," ungkap Purcell, seperti dikutip Reuters.

Saat ini Republik sendiri tengah terpecah-pecah, di antara basis pendukung Trump yang masih sangat kuat, dan mereka yang sudah muak dengan mantan presiden.

"Kami sedang mengalami sedikit perselisihan sekarang. Tapi kita akan bersatu. Kami harus melakukannya," terang Ketua Komite Nasional Republik, Ronna McDaniel.

McDaniel mengatakan, Partai Republik akan bersatu untuk melawan agenda Presiden Joe Biden dari Partai Demokrat.

Saat ini, Trump sendiri tengah menghadapi proses pemakzulan. Pada 8 Februari, ia akan disidang di hadapan Senat. Sebagian besar Senator Republik telah menyatakan tidak akan mendukung sidang pemakzulan karena tidak sesuai dengan konstitusi, di mana Trump sudah tidak lagi menjadi presiden.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

KPK Terbitkan Sprindik Baru Terkait TPPU Wali Kota Madiun Maidi

Rabu, 23 September 2026 | 18:27

Pemerintah Sediakan Pendidikan Gratis Mulai TK hingga SMA Lewat Dana BOS

Rabu, 23 September 2026 | 18:19

IHSG-Rupiah Kompak Parkir di Zona Hijau Usai BI Tahan Suku Bunga

Rabu, 23 September 2026 | 17:58

Beli Tiket MotoGP Indonesia 2026 via wondr by BNI Diskon hingga Rp300 Ribu

Rabu, 23 September 2026 | 17:41

Anggota DPRD Hingga Petinggi LSM Diperiksa KPK dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 23 September 2026 | 17:38

Prabowo Bentuk Tim Khusus Kaji Rencana Gratiskan Kuliah di PTN

Rabu, 23 September 2026 | 17:34

Bos BI Ungkap Investasi Asing Masuk RI Rp7,1Triliun, Ditopang SBN

Rabu, 23 September 2026 | 17:18

Legislator Nasdem Dorong Pembenahan Pelayaran, Belajar dari Kereta Api

Rabu, 23 September 2026 | 17:09

Pemerintah Bisa Lebih Repot Bila Daya Beli Kelas Menengah Terus Tertekan

Rabu, 23 September 2026 | 17:01

Prabowo Pantau Karhutla Sumatra-Kalimantan, 209,78 Hektare Masih Dipadamkan

Rabu, 23 September 2026 | 16:52

Selengkapnya