Berita

Ketua Umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto/Ist

Politik

Airlangga: NU Punya Peran Penting Menghadapi Persoalan Bangsa

MINGGU, 31 JANUARI 2021 | 05:56 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Nahdlatul Ulama (NU) menjadi organisasi kemasyarakatan yang mampu memegang peran penting bersama pemerintah menghadapi persoalan bangsa.

Demikian disampaikan Ketua Umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto, sebagai bagian ucapan selamat hari lahir (Harlah) ke-95 untuk salah satu ormas Islam terbesar di Indonesia ini.

Menurut Airlangga, NU telah melahirkan tokoh-tokoh nasional yang memiliki peran strategi dalam berbagai bidang. Secara organisai, NU menjadi wadah yang membangun pemikiran-pemikiran untuk memperkuat dan menjaga kesatuan dan persatuan Bangsa Indonesia.


“Peran dan partisipasi NU sangat penting dalam menghadapi persoalan bangsa ini,” tutur Airlangga, Sabtu (30/1).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian ini menambahkan, strategi NU menyebarkan agama Islam patut menjadi teladan.

Sebab, NU senantiasa menegakkan ajaran Islam dengan nilai-nilai ahlusunnah wal jamaah. Yakni secara moderat, berkeadilan, menjunjung toleransi, dan kokoh menegakkan kebaikan serta mencegah kemungkaran.

“Semoga di usia yang ke-95 ini NU menjadi organisasi Islam yang mampu menjaga kerukunan antarumat serta menjaga kesatuan Republik Indonesia,” ucapnya.

Bukan hanya sebagai ormas yang membumikan Islam Nusantara, Airlangga menilai, kiprah NU di politik dan pendidikan juga sangat penting.

Banyak tokoh besar lahir dari rahim NU dan mendapat amanah penting bagi Indonesia. NU yang merayakan harlah pada hari ini, Minggu (31/1), juga melahirkan cendekiawan muslim melalui lembaga pendidikan mereka.

Melalui salah satu lembaganya, LP Ma'arif, hingga saat ini NU menaungi sekitar 20.136 sekolah dan madrasah di seluruh Indonesia. Yakni, 7.462 sekolah (36 persen), dan 12.674 madrasah (61 persen).

"Kader-kader NU yang tersebar di seluruh Indonesia menjadi sosok yang menebar kedamaian dan kerukunan,” pungkasnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Pecah Rekor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12

Kritik Pandji Tak Perlu Berujung Saling Lapor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05

AHY Gaungkan Persatuan Nasional di Perayaan Natal Demokrat

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02

Iran Effect Terus Dongkrak Harga Minyak

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Melemah ke Rp16.872 per Dolar AS

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42

KBRI Beijing Ajak WNI Pererat Solidaritas di Perayaan Nataru

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38

Belajar dari Sejarah, Pilkada via DPRD Rawan Picu Konflik Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31

Perlu Tindakan Tegas atas Konten Porno di Grok dan WhatsApp

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30

Konflik Terbuka Powell dan Trump: Independensi The Fed dalam Ancaman

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19

OTT Pegawai Pajak Momentum Perkuat Integritas Aparatur

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16

Selengkapnya