Berita

Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy/RMOLBanten

Nusantara

Tidak Divaksinasi Covid-19, Ini Dalih Wagub Banten

JUMAT, 29 JANUARI 2021 | 09:51 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Vaksinasi tahap kedua bagi kepala daerah termasuk Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkominda) se-Banten mulai digelar di daerah masing-masing.

Vaksinasi tahap pertama telah dilaksanakan pada 14 Januari 2021 dan melibatkan sejumlah bupati/walikota serta Forkompinda Banten di Pendopo Kabupaten Tanggerang.

Vaksinasi selanjutnya, sudah laksanakan serta diikuti Sekretaris Daerah Banten Al Muktabar, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten Asep Nana Mulyana, dan Kepala Dinas Kesehatan Banten Ati Pramudji Hastuti.


Namun ada hal yang menarik dalam penyuntikan vaksin tahap kedua ini. Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy, malah tidak ikut divaksin.

Menurut Andika, sejak vaksinasi pertama hingga kedua, dirinya  tidak termasuk pimpinan daerah yang ikut divaksin.

Andika beralasan, pada saat vaksinasi pertama dirinya sedang dalam keadaan sakit dan secara medis kondisi sakit tidak diperkenankan diinformasikan ke publik.

"Masalah medis mah enggak boleh diinformasikan ke banyak orang. Itu kan pribadi, itu kan ada beberapa yang imunnya sudah tidak boleh lagi divaksin. Seperti itu yah," ujar Andika Hazrumy di gedung DPRD Banten, Kamis (28/1), dikutip Kantor Berita RMOLBanten.

Pada dasarnya, lanjut Andika, vaksinasi Covid-19 diperuntukan bagi kepala daerah yang secara medis dinyatakan sehat.

"Kalau sudah reaktif itu kan enggak boleh. Jadi kita berikan dulu kepada yang sudah, istilahnya difokuskan, dikasih," jelasnya.

Tapi saat disinggung apakah dirinya siap divaksin kalau sudah dinyatakan sehat, Andika kembali mengelak vaskinasi tidak bisa dipaksakan.

"Kan kalau sudah terkena istilahnya kita reaktif, harus melihat kondisi tubuh dulu, tidak bisa dipaksakan," terang Andika.

Andika pun berharap masyarakat pada saat menerima vaksinasi tidak perlu khawatir, karena vaksinasi tidak akan menimbulkan efek berbahaya.

Dalam vaksinasi kali ini, targetnya baru tenaga kesehatan yang akan dibereskan sampai Februari, baru masyarakat umum.

"Sampai Februari tenaga medis kesehatan selesai, sambil sosialisasi kepada masyarakat," tandasnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya