Berita

Ilustrasi lompat pagar/Net

Politik

Putusan Bawaslu Lampung Bikin Sejumlah Pejabat Mulai Kasak-kusuk Amankan Kursi

RABU, 27 JANUARI 2021 | 14:23 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Putusan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bandarlampung terkait tuntutan paslon 02, M. Yusuf Kohar dan Tulus Purnomo Wibowo, tampaknya mulai disikapi sejumlah pejabat setempat. Terutama terkait upaya mengamankan jabatan mereka.

Beberapa pejabat mulai kasak-kusuk dan siap "lompat pagar" buat amankan kursi jabatannya.

Mereka berusaha mengintip, lirik kanan-kiri, cari akses lompat pagar, bahkan ada yang sudah melangkah agar tak masuk kotak andai MA menguatkan keputusan pembatalan paslon 03 Eva-Deddy.


Staf Khusus Walikota Bandarlampung, Rakhmat Husein, selintas mengungkapkannya lewat percakapan di WAG RMOLLampung atas adanya pejabat yang hendak "nyeberang".

"Tak ada yang taruhan ya menang mana di MA? Pejabat kota saja sudah banyak nyeberang," kata "orang dekat" Herman HN, suami Eva Dwiana, peraih suara terbanyak Pilwalkot 2020, Selasa malam (26/1).

Wakil Walikota Bandarlampung, Yusuf Kohar, usai dimenangkan Bawaslu Lampung, rajin keliling mengecek anak buahnya di lapangan membenarkan kabar tersebut.

Menurut dia, banyak jajaran Pemkot Bandarlampung yang mendukung dirinya memimpin Kota Bandarlampung.

"Mereka diam-diam mendukung saya," katanya kepada Kantor Berita RMOLLampung.

Seorang pengusaha yang juga politikus mengatakan, sempat didatangi dua kepala dinas yang berharap bisa tetap memegang jabatan andai Yusuf Kohar yang jadi Walikota Bandarlampung.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Jokowi Dalangi Operasi Politik Pertahankan Wapres Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:14

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Pejabat BNPB juga Korupsi Pengadaan HT Penanganan Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:37

Status MSCI Bukan Tanda Kiamat

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:21

Penguatan Ekosistem Dagang RI Didorong Tembus 5 Besar Ekonomi Dunia

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:06

Mengenal Ahmad Luthfi Auditor BPK yang Minta Jatah Rp600 Juta

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:37

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia, Polri Sampaikan Duka Cita

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:17

MSCI Pertanyakan Pasar RI, BEI Harus Buktikan Pengawasan Bekerja

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:06

Fahira: Mimpi dan Cita-cita Tak Boleh Dibatasi Kondisi Ekonomi

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:35

Polisi Tembak Polisi di Markas Ditpolairud Pondok Cabe, Pelaku Ditahan

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:15

Selengkapnya