Berita

IMF memproyeksikan besarnya pertumbuhan ekonomi China karena vaksinasi/Net

Dunia

Proyeksi IMF: Ekonomi China Tumbuh Melesat Hingga 8,1 Persen Tahun Ini

RABU, 27 JANUARI 2021 | 08:57 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Ekonomi China diproyeksikan akan tumbuh melesat pada tahun ini hingga mencapai 8,1 persen karena dimulainya vaksinasi.

Proyeksi tersebut dimuat dalam laporan baru World Economic Outlook dari Dana Moneter Internasional (IMF) yang dirilis pada Selasa (26/1). Sebelumnya, IMF memperkirakan ekonomi China tumbuh 7,9 persen untuk 2021.

Dalam laporan tersebut, IMF memproyeksikan ekonomi global tumbuh sebesar 5,5 persen pada 2021, setelah merosot 3,5 persen pada tahun sebelumnya.


Kepala Ekonom IMF, Gita Gopinath mengatakan, China kembali ke tingkat proyeksi pra-pandemi pada kuartal keempat tahun 2020.

Peningkatan untuk tahun 2021 mencerminkan efek positif dari dimulainya vaksinasi di beberapa negara, serta dukungan kebijakan tambahan pada akhir tahun 2020 di negara-negara ekonomi seperti Amerika Serikat dan Jepang.

Departemen statistik China, seperti dikutip CGTN, juga melaporkan peningkatan 6,5 persen pada kuartal keempat 2020.

Peningkatan itu membuat China berhasil mempertahankan pertumbuhan ekonominya selama setahun menjadi positif, yaitu 2,3 persen.

Walaupun begitu, tingkat konsumsi China belum mengalami pemulihan dan lonjakan kasus Covid-19 saat ini membuat warga khawatir.

Penjualan eceran barang-barang konsumen pada tahun 2020 turun 3,9 persen dari tahun ke tahun, menandai kontraksi pertama dalam penjualan eceran sejak 1968.

Gubernur Bank Rakyat China, Yi Gang mengatakan, kebijakan moneter China akan tetap stabil untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Yi mengatakan kebijakan makro China akan fokus pada memaksimalkan lapangan kerja, karena pasar kerja yang stabil akan membantu mendorong konsumsi.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

KPK Terbitkan Sprindik Baru Terkait TPPU Wali Kota Madiun Maidi

Rabu, 23 September 2026 | 18:27

Pemerintah Sediakan Pendidikan Gratis Mulai TK hingga SMA Lewat Dana BOS

Rabu, 23 September 2026 | 18:19

IHSG-Rupiah Kompak Parkir di Zona Hijau Usai BI Tahan Suku Bunga

Rabu, 23 September 2026 | 17:58

Beli Tiket MotoGP Indonesia 2026 via wondr by BNI Diskon hingga Rp300 Ribu

Rabu, 23 September 2026 | 17:41

Anggota DPRD Hingga Petinggi LSM Diperiksa KPK dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 23 September 2026 | 17:38

Prabowo Bentuk Tim Khusus Kaji Rencana Gratiskan Kuliah di PTN

Rabu, 23 September 2026 | 17:34

Bos BI Ungkap Investasi Asing Masuk RI Rp7,1Triliun, Ditopang SBN

Rabu, 23 September 2026 | 17:18

Legislator Nasdem Dorong Pembenahan Pelayaran, Belajar dari Kereta Api

Rabu, 23 September 2026 | 17:09

Pemerintah Bisa Lebih Repot Bila Daya Beli Kelas Menengah Terus Tertekan

Rabu, 23 September 2026 | 17:01

Prabowo Pantau Karhutla Sumatra-Kalimantan, 209,78 Hektare Masih Dipadamkan

Rabu, 23 September 2026 | 16:52

Selengkapnya