Berita

Seorang pekerja UNICEF membantu seorang gadis pengungsi internal memakai masker wajah di kamp darurat, di tengah wabah penyakit virus corona di Afghanistan pada Juni 2020/Reuters

Dunia

Covax Janjikan Bantuan Vaksin Covid-19 Untuk Afghanistan, Taliban Kemungkinan Tidak Akan Ganggu

RABU, 27 JANUARI 2021 | 00:50 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Afghanistan merupakan salah satu negara yang menjadi perhatian serius dalam program Covax yang diinisiasi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Dalam sebuah pernyataan pada Selasa (26/1), salah satu pejabat kesehatan WHO menegaskan bahwa pihaknya menjanjikan 112 juta dolar AS untuk menyediakan vaksin Covid-19 agar bisa menjangkau 20 persen populasi Afghanistan.

Sebagai informasi, program Covax adalah skema global untuk memvaksinasi orang-orang di negara berpenghasilan menengah dan miskin terhadap virus corona.


Program ini bertujuan untuk memberikan setidaknya dua miliar dosis vaksin pada akhir 2021 untuk mencakup 20 persen orang yang paling rentan di 91 negara berpenghasilan menengah dan miskin, Afghanistan masuk ke dalam salah satu di antaranya.

Di sisi lain, Wakil Menteri Kesehatan Afghanistan Waheed Majroh mengatakan bahwa dibutuhkan waktu enam bulan untuk mendapatkan vaksin, tetapi pihak berwenang sedang berdiskusi untuk bisa mendapatkannya lebih awal.

Kehadiran vaksin Covid-19 menjadi salah satu hal yang paling dinantikan di Afghanistan di mana Covid-19 telah menginfeksi total 54.854 orang dan menyebabkan setidanya 2.390 kematian di negara tersebut.

Sementara itu, Kepala Perluasan Program Imunisasi di kementerian kesehatan Afghanistan Dr Ghulam Dastagir Nazari menjelaskan kepada Reuters bahwa selain COVAX, negara itu juga telah menerima janji 500 ribu dosis vaksin AstraZeneca dari India.

"Merek AstraZeneca yang diproduksi di India akan segera tiba di Afghanistan," kata Nazari.

Kampanye vaksinasi Covid-19 di Afghanistan sendiri akan berlangsung di tengah pertempuran yang terus berlanjut antara Taliban dan pasukan pemerintah.

Tetapi Nazari mengatakan dia yakin kelompok pemberontak tersebut tidak akan menentang kampanye vaksin Covid-19 itu karena tidak akan dilakukan dari pintu ke pintu.

"Sebelumnya Taliban menentang vaksinasi polio di wilayah yang mereka kuasai karena prosesnya dari pintu ke pintu, Taliban tidak menentang kampanye apa pun yang dilakukan dari pusat kesehatan," ujarnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Trump Tunjuk Katie Zacharia Jadi Sekretaris Pers Gedung Putih

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:27

Saat Outing Kantor Bergeser Jadi Strategi Korporat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:09

Harga Emas Meroket di Akhir Pekan Jadi Semahal Ini

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:57

FORU Anjlok 11,39 Persen, Transaksi Tembus Rp253 Miliar saat IHSG Rebound

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:44

Komisi V DPR Wanti-wanti Tiga Kementerian Jangan Saling Lempar Tanggung Jawab Soal Ojol

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:30

Harga Logam Dunia Bangkit Usai Aksi Borong di Level Rendah

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:01

Tiga Anggota OPM Meninggal Dunia Usai Kontak Tembak di Maybrat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:46

Teguh Santosa: Pepera 1969 Sejalan dengan Prinsip Self Determination

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:31

Kapolri Pimpin Sertijab di Mabes Polri, Komjen Asep Resmi Jadi Irwasum

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:17

Wall Street Tutup Pekan Kedua di Zona Hijau

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya