Berita

Ilustrasi/Net

Nusantara

Potensi Gerakan Tanah Di Indonesia Masih Tinggi, Masyarakat Diminta Waspada

SELASA, 26 JANUARI 2021 | 10:11 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Potensi gerakan tanah di Indonesia pada Januari 2021 dibandingkan Desember 2020 masih tetap tinggi. Bahkan, pergerakan tanah cenderung mengalami peningkatan di seluruh Indonesia.

Karena itu, masyarakat yang tinggal di wilayah-wilayah yang rentan terjadi pergerakan tanah harus meningkatkan kewaspadaan.

Berdasarkan keterangan resmi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM, Selasa (26/1), sejumlah wilayah yang harus mewaspadai gerakan tanah dengan potensi tinggi meliputi Jawa terus meluas ke Bali, Nusa Tenggara Barat dan Timur, Kalimantan bagian Tengah, Sulawesi, Maluku dan Maluku Utara, hingga Papua.


Sedangkan wilayah Sumatera potensinya tetap tinggi, meski cenderung menurun. Wilayahnya mencakup sisi barat. Mulai dari Aceh, Sumatera Utara, hingga Lampung.

"Kewaspadaan tinggi bulan Januari 2021 di seluruh wilayah Indonesia dan pada saat turun hujan utamanya di wilayah di pegunungan, perbukitan, jalur jalan, dan seputaran bantaran sungai," demikian keterangan PVMBG Kementerian ESDM yang dikutip Kantor Berita RMOLJabar.

Terakhir, gerakan tanah terjadi di tiga kabupaten/kota di Indonesia. Daerah itu di antaranya Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur; Kabupaten Sumedang, Jawa Barat; dan Kota Kupang, NTT.

Pergerakan tanah atau longsor ini diperkirakan karena kelerengan yang terjal, tanah atau batu yang labil, serta dipicu oleh curah hujan yang tinggi.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya