Berita

TPU Jombang Tangerang Selatan/RMOLBanten

Nusantara

Dana Pemkot Tangsel Belum Cair, Pengelola TPU Jombang Harus Talangi Upah Penggali Kubur

SELASA, 26 JANUARI 2021 | 09:23 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Para penggali kubur di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jombang, Tangerang Selatan, yang menjadi pemakaman pasien Covid-19, dikabarkan melakukan aksi mogok.

Penyebabnya, upah mereka atas puluhan lubang belum diterima. Bahkan jumlahnya mencapai 80 lubang, yang jika dihitung mencapai Rp 80 juta.

Namun, kabar ini dibantah oleh Kepala Seksi Pemakaman Dinas Perkimta Tangsel, Nazmudin, yang memastikan kabar 80 lubang yang belum dibayarkan itu hoax.


Diluruskan Nazmudin, ada perubahan sistem pembayaran para tukang gali kubur yang dilakukan pihaknya.

"Itu enggak bener, cuma dua lubang yang belum dibayar," jelas Nazmudin, dikutip Kantor Berita RMOLBanten.

"Jadi (sebelumnya) ini dibayar oleh pengelola ke tukang gali itu setiap hari. Ada 5 dibayar 5, ada 7 dibayar 7, ada 4 dibayar 4. Nah untuk hari ini, mereka rencananya kita bayar per minggu, katakanlah utang jadi mereka punya tabungan dua lubang, mau dibayar di akhir minggu ini," beber Nazmudin di TPU Jombang, Senin (25/1).

Lanjutnya, untuk membayar para penggali kubur, pengelola TPU Jombang harus menalangi biaya tersebut. Dikarenakan, dana Biaya Tidak Terduga (BTT) dari Pemerintah Kota Tangsel untuk tahun 2021 belum tersedia.

"Kita mengupayakan dana untuk pembayarannya ini tidak gampang. Jadi kita mencari, ya mudah-mudahan kalau per minggu kita ada kesempatan untuk mencari. Jadi demo itu karena mau dibuat sistem dari harian bayarannya menjadi tiap minggu, sambil menunggu dana BTT-nya turun," ungkapnya.

"Ini dana talangan nih yang kita bayarkan kepada mereka tiap minggu ini. Kalau dana sudah turun mau dibayarkan tiap hari atau minggu juga tidak ada masalah," tambah Nazmudin.

Jika dihitung-hitung, per Januari 2021, pengelola TPU Jombang harus menalangi hingga Rp 119 juta untuk membayar upah penggali kubur. Karena, setiap lubang dibayar Rp 1 juta.

"Iya Januari ini per bulan ini sudah 119 lubang. Memang pembayarannya sempat ter-cover juga oleh sisa estimasi dana tahun lalu. Jadi enggak sepenuhnya talangan," ucapnya.

Nazmudin menjelaskan, pihaknya sudah mengajukan BTT untuk tahun 2021 ke Pemkot Tangsel. Namun, hingga akhir Januari belum mendapat titik terang.

"BTT untuk tahun ini sedang kita ajukan. Mudah-mudahan segera lah agar permasalahan pembayaran tukang gali ini khususnya ini tidak tersendat-sendat. Karena kita selama ini pinjam, cari sana sini lah untuk talangan pembayaran," tutup Nazmudin.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya