Berita

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin/Net

Kesehatan

Upaya 3T Di Indonesia Ternyata Salah Secara Epidemiologi

JUMAT, 22 JANUARI 2021 | 13:19 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Upaya menekan penyebaran pandemi Covid-19 dengan cara 3T (testing, tracing, dan treatment) yang dilakukan di Indonesia selama ini ternyata salah secara epidemiologi.

Hal ini diungkap Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, dalam Dialog Warga 'Vaksin & Kita' Komite Pemulihan Ekonomi Transformasi Jabar yang disiarkan melalui kanal YouTube PRMN SuCi, yang dikutip Redaksi, Jumat (22/1).

"Ini kan belum sebulan, baru tiga minggu saya jadi Menkes. Sebenernya itu tadi, kita setiap hujan sibuk ngepel, padahal bocornya nggak pernah ditambal. WHO juga bilang, strategi mengatasi pandemi itu bukan hanya vaksin. Bukan hanya ngurusin RS, itu mah sudah di ujung, sudah telat," kata Budi.


Terkait 3T, Menkes menyebut cara ini penting seperti analogi menambal kebocoran ketika hujan, bukan hanya sibuk mengepel. Namun, pelaksanaannya harus dilakukan secara tepat.

Karena, menurut Budi, testing Corona saat ini salah secara epidemiologi. Penyebabnya, proses testing itu sebagian di antaranya menyasar kepada pihak yang itu-itu saja.

Satu orang bisa dites sampai berkali-kali dan masuk hitungan testing. Menkes pun mencontohkan dirinya yang seminggu bisa dites hingga 5 kali. Dia menilai itu tidak efektif karena seharusnya yang dites adalah suspek Corona.

"Kita tuh nggak disiplin. Cara testingnya salah. Testingnya banyak, tapi kok naik terus. Sebab, yang dites orang kayak saya. Setiap kali mau ke Presiden dites. Barusan saya di-swab. Seminggu bisa lima kali swab karena masuk Istana. Emang bener gitu? Testing kan nggak gitu harusnya," kata Mantan Wamen BUMN ini.

"Testing itu kan, testing epidemiologi. Saya diajarin sama temen-temen dokter, bukan testing mandiri. Yang dites tuh orang yang suspek, bukan orang yang mau pergi kayak Budi Sadikin mau ngadep Presiden. Nanti 5 kali (dites) standar WHO kepenuhi tuh, 1 per 1.000 per minggu. Tapi enggak ada gunanya testingnya secara epidemiologi," paparnya.

Sehingga, Budi meminta hal-hal seperti itu harus segera dibereskan. Untuk itu dia berharap kerja sama dari semua pihak.

"Sebagian ada di tempat saya urusan testing tracingnya, walaupun saya mesti minta bantuan Kang Emil (Gubernur Jabar, red) karena sekarang kan puskesmas tidak di bawah saya, padahal saya harus pakai itu puskesmas. Gubernur bisa bilang, bukan di bawah saya juga itu, di bawah bupati walikota. Kan jadi tambah complicated ini dengan UU Otonomi Daerah," ucap Menkes Budi Sadikin.

Ditambahkan Menkes, hal yang tak kalah pending saat ini adalah memahami perubahan protokol kesehatan pasca-pandemi dan sebelum pandemi yang beda.

"Sama kayak dulu ada jet nabrak Twin Tower di Amerika. (Sejak) Itu berubah kan protokol naik pesawat," demikian Budi Sadikin.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Ijazah Gibran cuma Berdasarkan Surat Keterangan Penyetaraan

Kamis, 24 September 2026 | 04:29

Marselino Ferdinan Resmi Gabung Persija

Kamis, 24 September 2026 | 04:13

Pemerintah Utamakan Pembinaan Bukan Tindakan Hukum soal Wajib Halal

Kamis, 24 September 2026 | 04:00

Muktamar NU Tercoreng Dugaan Duit RP480 Miliar

Kamis, 24 September 2026 | 03:38

Rano Karno Bidik Jakarta Jadi Kota Sinema

Kamis, 24 September 2026 | 03:28

Industri Percetakan Jadi Pilar Ekonomi Kreatif Indonesia

Kamis, 24 September 2026 | 03:12

Ternyata KPU Tak Verifikasi Ijazah Gibran

Kamis, 24 September 2026 | 02:54

Kevin Diks Resmi Kapten Timnas Garuda

Kamis, 24 September 2026 | 02:31

Peran Negara terhadap Transformasi Teknologi Digital dan Amputasi Data

Kamis, 24 September 2026 | 02:14

Indonesia Tambah Lima Perunggu di Asian Games 2026

Kamis, 24 September 2026 | 01:31

Selengkapnya