Berita

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi/Repro

Nusantara

Dipanggil Presiden Terkait Pesawat SJ-182, Menhub Diminta Percepat Proses Pemberian Santunan

SELASA, 12 JANUARI 2021 | 17:18 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Presiden Joko Widodo memanggil Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, untuk membicarakan tragedi pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ-182.

Dalam jumpa pers petang ini, Budi mengatakan, pihaknya diminta untuk membantu keluarga korban pesawat yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu itu, agar dapat memperoleh secara cepat santunan kecelakaan.

"Pak Presiden (Jokowi) meminta kepada saya untuk mengkoordinasikan proses layanan kepada keluarga korban dengan sebaik-baiknya," ujar Budi dalam jumpa pers di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (12/1).


"Dan juga memberikan pendampingan diperolehnya hak-hak dari keluarga korban, sehingga segala sesuatu yang berhubungan dengan hak diselesaikan dengan baik dan cepat," sambungnya.

Selain itu, Presiden juga memerintahkan kepada Budi untuk bisa mengkoordinasikan proses pencarian bangkai pesawat dan korban oleh seluruh stake holder terkait bisa dilakukan dengan maksimal dan cepat.

"Bapak presiden memerintahkan kepada saya untuk mengkoordinasikan dengan cepat proses pencarian dari tubuh korban, dan juga mempercepat proses dari pencarian black box," ungkapnya.

"Insya Allah apa yang menjadi perintah Bapak Presiden akan kami lakukan," demikian Budi Karya Sumadi.

Hingga sore ini, tim penyelam dari TNI AL dikabarkan berhasil menemukan Black Box Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 dengan rute penerbangan Jakarta-Pontianak, di Perairan Tanjung Kait, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.

Selain itu, sejumlah bagian tubuh korban juga masih ditemukan, dan langsung dibawa ke Dermaga JICT 2, Tanjung Priok, untuk selanjutnya dikirimkan kepada Tim DVI Polri.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Biodigester Komunal Sampah Organik Dibangun di Rusunawa

Rabu, 12 Agustus 2026 | 06:11

Polisi Harus Usut Promosi Miras Berkedok Challenge Hafalan Al-Qur'an

Rabu, 12 Agustus 2026 | 06:06

Wisata Probolinggo Jadi Alternatif Usai Bromo Ditutup

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:48

Peluang Besar Jakarta Gaet Investor Lewat JAFEX 2026

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:25

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Layanan Publik Pemda Harus Tetap Berjalan Meski Keadaan Sulit

Rabu, 12 Agustus 2026 | 04:31

Jangan-jangan Gibran Punya Ijazah Sarjana Tanpa Ijazah SMA

Rabu, 12 Agustus 2026 | 04:27

Challenge Hafalan Qur'an demi Miras Melukai Hati Umat Islam

Rabu, 12 Agustus 2026 | 04:10

Abdoel Moeis: Sastrawan, Wartawan, Pahlawan

Rabu, 12 Agustus 2026 | 03:34

Dokter Tifa Ajak Rakyat Hadiri Sidang Praperadilan di PN Jaksel

Rabu, 12 Agustus 2026 | 03:06

Selengkapnya