Berita

Presiden Rusia Vladimir Putin saat menjamu Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev dan Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan di Kremlin/Net

Dunia

Redam Ketegangan, Putin Menjamu Pemimpin Armenia Dan Azerbaijan Di Satu Meja

SENIN, 11 JANUARI 2021 | 23:35 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Presiden Rusia Vladimir Putin mengambil peranan penting dalam meredam ketegangan antara dua negara tetangga, Armenia dan Azerbaijan yang tahun lalu berkonflik atas perebutan wilayah Nagorno-Karabakh.

Konflik yang berlangsung selama enam minggu itu diketahui sempat menyebabkan pertumpahan darah. Namun pada akhirnya, konflik berhenti dengan gencatan senjata dna perjanjian damai antara Azerbaijan dan Armenia yang dimediasi oleh Rusia, di bawah kepemimpinan Putin.

Namun Putin tidak menghentikan tugasnya sampai di situ. Pada awal pekan ini, dia menindaklanjuti hal itu dengan mengajak pemimpin dua negara tersebut, yakni Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev dan Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan, untuk duduk satu meja dan membahas langkah selanjutnya ke depan, mengenai gencatan senjata Nagorno-Karabakh.


Putin menjamu keduanya di satu meja yang sama di Kremlin pada Senin (11/1).

Ini adalah pertemuan pertama Pashinyan dan Aliyev itu sejak gencatan senjata pada November lalu.

Al Jazeera menggambarkan bahwa dalam pertemuan itu, Pashinyan dan Aliyev tidak berjabat tangan. Keduanya hanya bertukar salam singkat saat mereka duduk di meja oval di seberang Putin.

Dalam pertemuan tersebut, Putin mengatakan bahwa perjanjian damai telah berhasil dilaksanakan.

"(Hal ini) menciptakan dasar yang diperlukan untuk penyelesaian jangka panjang dan format penuh dari konflik lama," jelas Putin.

Perlu diketahui bahwa meski perjanjian yang dimediasi Rusia November lalu mengakhiri konflik antara tentara Azerbaijan dan pasukan Armenia, namun ketegangan tetap ada. Hal itu terlihat dari adanya pertempuran sporadis, tawanan perang yang terus ditahan oleh kedua belah pihak, dan ketidaksepakatan mengenai bagaimana koridor transportasi baru yang prospektif yang memotong wilayah tersebut akan bekerja.

Pertemuan awal pekan ini dilakukan untuk membicarakan lebih lanjut soal tantangan yang perlu dihadapi setelah perjanjian damai dibuat.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Trump Tunjuk Katie Zacharia Jadi Sekretaris Pers Gedung Putih

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:27

Saat Outing Kantor Bergeser Jadi Strategi Korporat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:09

Harga Emas Meroket di Akhir Pekan Jadi Semahal Ini

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:57

FORU Anjlok 11,39 Persen, Transaksi Tembus Rp253 Miliar saat IHSG Rebound

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:44

Komisi V DPR Wanti-wanti Tiga Kementerian Jangan Saling Lempar Tanggung Jawab Soal Ojol

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:30

Harga Logam Dunia Bangkit Usai Aksi Borong di Level Rendah

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:01

Tiga Anggota OPM Meninggal Dunia Usai Kontak Tembak di Maybrat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:46

Teguh Santosa: Pepera 1969 Sejalan dengan Prinsip Self Determination

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:31

Kapolri Pimpin Sertijab di Mabes Polri, Komjen Asep Resmi Jadi Irwasum

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:17

Wall Street Tutup Pekan Kedua di Zona Hijau

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya