Berita

Diplomat senior Dr. Nazar Nasution SH, MA dalam program mingguan RMOL World View/RMOL

Dunia

Jika Dimakzulkan, Trump Tidak Punya Peluang Nyapres Lagi Tahun 2024

SENIN, 11 JANUARI 2021 | 22:39 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Kerusuhan yang terjadi di gedung Capitol Hill Amerika Serikat pekan lalu menyedot perhatian publik dunia. Betapa tidak, negeri Paman Sam yang kerap dielu-elukan karena menjunjung tinggi demokrasi, justru kalang kabut dengan adanya aksi unjuk rasa berujung anarkis di tengah sidang kongres di Capitol Hill.

Kerusuhan yang dipelopori oleh ribuan pendukung Presiden Amerika Serikat Donald Trump itu diketahui sempat mengganggu jalannya sidang kongres yang dilakukan untuk mengesahkan kemenangan Presiden Amerika Serikat terpilih Joe Biden.

"Pada saat itu, yang memimpin sidang (di Capitol Hill) adalah Ketua Senat Mike Pence, yang tidak lain adalah wakil presiden Trump. Ini karena memang ketentuan Amerika Serikat, yang harus jadi Ketua Senat adalah wakil presiden," terang diplomat senior Dr. Nazar Nasution SH, MA dalam program mingguan RMOL World View bertajuk "Transisi Politik Amerika Serikat" yang dilaksanakan pada Senin (11/1).


Sayangnya, sambung Nazar, Trump yang masih menjabat sebagai orang nomor satu di Amerika Serikat pada saat itu justru tidak melakukan banyak tindakan tegas terkait kerusuhan tersebut. Sehingga dia seakan membiarkan berlangsungnya kerusuhan tersebut.

"Ini adalah sesuatu yang agak unik. Bagaimanapun, beliau masih jadi presiden yang berwenang dan justru tidak melakukan tindakan apapun menghadapi kerusuhan itu. Padahal, harusnya ada tindakan yang dilakukan," jelasnya.

Kerusuhan itu pun ditangapi oleh sejumlah pihak terkait di Amerika Serikat. Biden menilai bahwa ini tidak lain adalah bentuk pemberontakan. Sedangkan Jaksa Agung Amerika Serikat menyerukan agar Pence sebagai Ketua Senat mengaktifkan Amandemen ke-25 dari konstitusi Amerika Serikat untuk memakzulkan Trump sebagai presiden.

"Apabila presiden dimakzulkan, maka Trump jika dia ada niat untuk maju kembali sebagai calon presiden tahun 2024 misalnya, tidak akan mungkin lagi. Karena sudah dimakzulkan, artinya, sudah dilakukan tindakan yang secara hukum, secara konstitusional merupakan bentuk hukuman terhadap yang bersangkutan," papar Nazar yang juga merupakan Dosen Hubungan Internasional UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu.

Meski begitu, belum tentu langkah pemakzulan diambil, mengingat masa jabatan Trump sendiri di kursi presiden Amerika Serikat hanya tinggal hitungan hari. Pada tanggal 20 Januari mendatang, Biden dipastikan akan dilantik sebagai Presiden Amerika Serikat ke-46.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

UPDATE

SOFA Siapkan Rp131 Miliar untuk Proyek Sampah Jadi Energi

Sabtu, 19 September 2026 | 14:14

Menimbang Kembali POD South Andaman

Sabtu, 19 September 2026 | 13:46

Prabowo Teriak “Free Palestine” Tiga Kali, Singgung Indonesia Tak Berdaya Bantu Palestina

Sabtu, 19 September 2026 | 13:45

HUT ke-81 TNI di Monas, Prabowo Dijadwalkan Jadi Irup

Sabtu, 19 September 2026 | 13:27

Kejagung Turun Tangan Kawal Proyek Jalan IKN Senilai Rp3,986 Triliun

Sabtu, 19 September 2026 | 13:24

Saham BMW Anjlok 4,46 Persen

Sabtu, 19 September 2026 | 12:59

Ratusan Hotel di Bali Bangkrut Lalu Dilego

Sabtu, 19 September 2026 | 12:36

Penanaman Pohon Bukti Nyata Kontribusi Alumni Unpad

Sabtu, 19 September 2026 | 12:17

Pasar Minggu Bakal Disulap Jadi Kawasan Terintegrasi, Investasinya Rp1 Triliun

Sabtu, 19 September 2026 | 12:13

Jarnas Prabowo-Gibran Minta Kebun Sawit Rakyat di Kawasan Hutan Tak Digusur

Sabtu, 19 September 2026 | 11:45

Selengkapnya