Berita

Salah satu hunian di Kampung 1001 Malam/Net

Hersu Corner

Bu Mensos, Sampai Berjumpa Di Kampung 1001 Malam

MINGGU, 10 JANUARI 2021 | 20:33 WIB | OLEH: HERSUBENO ARIEF

SEBUAH video dengan judul blusukan Bu Mensos, viral di medsos. Video itu dicuplik dari liputan wartawan TV One Biro Surabaya.

Dia tengah mengunjungi sebuah perkampungan di bawah tol jembatan. Nama kampung itu sangat unik dan menarik. Kampung 1001 malam.

Jangan bayangkan situasi kampung itu seperti istana dalam dongeng yang berasal dari Timur Tengah.


Hanya namanya saja yang sama dengan judul dongeng sastra epik tersebut.

Kampung 1001 malam ini terletak di Kelurahan Dupak, kecamatan Krembangan, Surabaya Utara.

Dulu…eh maksudnya beberapa waktu lalu. Lebih tepatnya kurang dari satu bulan lalu, wilayah ini masuk dalam kawasan yang dipimpin seorang walikota bernama Tri Rismaharini.

Yups…benar. Beliau adalah Mensos yang kini sekarang sedang asyik blusukan di beberapa titik kota Jakarta.
Bertemu pemulung, pengemis, dan gelandangan. Dia menawarkan rumah, menawarkan pekerjaan, dan penghidupan yang layak.

Janji-janji indah. Happily ever after.

Sebuah kehidupan yang selama ini, barangkali dalam mimpi pun tak berani dibayangkan oleh mereka.  

Kembali ke Kampung 1001 malam tadi.

Nama “indah” itu muncul karena sepanjang hari, baik siang ataupun malam, suasananya sama saja. Gelap karena kurangnya pencahayaan.

Tidak semua rumah berada di kolong jembatan tol. Sebagian warga tinggal di  lahan terbuka, di bantaran Sungai Kalianak.

Semua pemukiman tersebut statusnya tanah negara. Hak kuasa tanah-tanah itu adalah PT Jasa Marga yang mengelola jalan tol.

Untuk sampai ke kawasan yang terbuka itu kita harus melewati kolong jalan tol yang gelap. Warga menamakannya “terowongan Mina.”

Untuk dapat melewati terowongan ini, perilaku Anda harus “sopan.”

Anda harus jalan setengah menunduk. Kolong jembatan sangat rendah.

Luar biasa!

Rakyat Indonesia, khususnya warga Surabaya. Mereka tetap tak kehilangan daya humornya, walau harus hidup dengan suasana yang memprihatinkan.

Imajinasi mereka luar biasa. 1001 malam, dan terowongan Mina.

Semua tempat itu pasti hanya hidup dalam angan-angan mereka.

(Luput dari perhatian)

Kembali ke liputan reporter TV One.

Dia bertemu dengan Ketua RT setempat bernama Sigit Santoso alias Pak Mamik.

Menurut Pak Mamik, di bawah kolong jembatan ada 16 KK.

Sementara di bantaran sungai ada 170 KK. Mereka tinggal di kawasan itu sudah lebih 20 tahun.

Kondisi kehidupan mereka sangat memprihatinkan.

Selain gelap kawasan itu sering banjir. Mereka harus mengungsikan benda-benda berharga ke pinggir jalan tol ketika banjir tiba.

Menurut pengakuan Pak Mamik, sampai saat ini belum pernah ada bantuan dari Pemkot Surabaya.

Satu dua kali, diakuinya memang sudah pernah ada pejabat yang menjenguknya.

Bagaimana dengan walikota (dulu) Risma?

Berdasarkan pengakuan, ibu Walikota belum pernah menjenguk.

Situasi kontras ini lah tampaknya yang membuat wartawan di Surabaya kembali berbondong-bondong mengunjungi Kampung 1001 malam.

Mereka menampilkan situasi paradoks ini.

Hanya dalam beberapa hari menjadi Mensos dan tinggal di Jakarta, Risma bisa langsung menemukan puluhan tuna wisma dan gelandangan.

Panti Rehabiltasi Pangudi Luhur di Bekasi langsung penuh dengan gelandangan, pemulung dan pengemis. Sebagian dilatih kerja, dan sebagian disalurkan menjadi “karyawan” di BUMN.

Di Surabaya Risma menjadi walikota selama dua periode. Sebelumnya puluhan tahun mengabdi menjadi ASN di Pemkot Surabaya.

Kok bisa-bisanya dia “tidak tahu” ada ratusan warganya yang masih tinggal di kolong jembatan.

Profesi mereka juga sama. Pengamen, pemulung, dan pengemis. Sebagian membuka warung kecil-kecilan.

Mudah-mudahan saja Bu Risma tidak sedang mengidap “rabun dekat.” Hanya bisa melihat gelandangan yang berada jauh di Jakarta.

Bu Risma kalau ada waktu pulang ke Surabaya, jangan lupa mampir ke Kampung 1001 malam ya.

Mereka ini juga masuk dalam ruang lingkup kerja Anda sebagai Mensos. Masih jadi tanggung jawab Anda.

Anda kan bukan Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Pusat. Tapi Mensos RI.

Sampai jumpa di Kampung 1001 malam Bu Risma……..end.

Penulis adalah wartawan senior

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

UPDATE

Plesetan Gelar Adat Jokowi: ‘Baginda Raja Rakus Bin Tamak’

Minggu, 28 Juni 2026 | 05:50

Proyek Kapal Perang Filipina di PT PAL Dongkrak Industri Lokal Naik Kelas

Minggu, 28 Juni 2026 | 05:20

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

Pengelolaan Sawit Butuh ‘Nexus Baru’ Hidupkan Ekonomi Sirkular

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:39

Program BISA Biru TelkomGroup Lestarikan Ekosistem Terumbu Karang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:19

TNI dan Tentara Malaysia Perkuat Kesiapsiagaan dan Kerja Sama Kemanusiaan

Minggu, 28 Juni 2026 | 03:57

Perjanjian Kerja Bersama Cerminkan Hubungan Industrial yang Sehat

Minggu, 28 Juni 2026 | 03:45

Sultan Didapuk jadi Ketum TP Sriwidjaja Perkuat Pembangunan Daerah

Minggu, 28 Juni 2026 | 03:20

Indonesia Berpotensi Terima 260 Juta Dolar AS Lindungi Ekosistem Laut

Minggu, 28 Juni 2026 | 02:59

Politisi Mutan Bernama Prabowo

Minggu, 28 Juni 2026 | 02:45

Selengkapnya