Berita

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas saat membuka Istighosah Kubro/RMOL

Dunia

Apresiasi Istighosah Kubro WNI di Korsel, Menag: Bisa Jadi Contoh Di Tanah Air

SABTU, 02 JANUARI 2021 | 21:25 WIB | LAPORAN: FADZRI TRY UTAMA

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Seoul bersama Forum Komunikasi Organisasi Masyarakat Indonesia (FORKOMASI) menggelar Istighosah Kubro dengan tema “Berjuta Doa dari Korea untuk Indonesia dan Dunia", Sabtu (2/1).

Acara yang digelar secara virtual itu dibuka langsung Menteri Agama RI KH Yaqut Cholil Qoumas.

“Istighosah atau doa bersama yang sejatinya merupakan tradisi NU, tapi Alhamdulilah yang dilakukan masyarakat Indonesia di Korea Selatan kali ini juga diikuti oleh Muhammadiyah, bahkan Ketua Persatuan Gereja Indonesia di Korsel dan seluruh elemen masyarakat. Ini patut dicontoh dan diterapkan di Tanah Air,” ujar Menag yang akrab disapa Gus Yaqut itu.


Menag berpesan agar seluruh masyarakat Indonesia di Korea Selatan senantiasa menunjukkan bahwa keberagaman adalah kekuatan bangsa Indonesia.

“Keragaman bukan sumber perpecahan. Karena apapun agamanya pasti akan mengajarkan kebaikan dan kasih sayang, serta apapun yang dilakukan pada ujungnya adalah untuk perdamaian,” ujar Gus Yaqut.

Terkait dengan keputusan Pemerintah RI membubarkan organisasi Front Pembela Islam (FPI), Menag meminta dukungan semua pihak atas keputusan itu.

“Pemerintah menjamin kebebasan berserikat dan berorganisasi. Tapi kebebasan yang seseorang atau suatu organisasi dibatasi oleh kebebasan orang lain dan juga kebebasan organisasi yang lain. Kebebasan berorganisasi juga tak boleh terlepas dari landasan negara kita yaitu Pancasila dan UUD 45,” ujar Menag.

Istighosah Kubro digagas untuk bermunajat bersama agar pandemi Covid-19 di Tanah Air dan di dunia segera berlalu.  

Setahun telah berlalu, namun pandemi ini belum juga berakhir. Masyarakat Indonesia di Korea Selatan sudah sangat rindu untuk berkumpul, beribadah dan mempererat tali persaudaraan sesama WNI di rantau.

Acara Istighosah dihadiri tak kurang dari dua ratus masyarakat Indonesia lintas agama. Dubes RI Umar Hadi juga hadir membuka acara dan mengikuti doa bersama.

Dalam kesempatan tersebut, Dubes Umar Hadi menyampaikan perasaannya yang bercampur aduk, sedih sekaligus bangga.

Bangga dengan solidaritas dan kekompakan WNI di Korsel yang begitu tinggi. Namun juga prihatin dengan tantangan besar yang masih dihadapi, terutama pendemi Covid-19.

Dubes juga prihatin karena pada saat ini tiga WNI korban kecelakaan kapal ikan Myongminho 32 di perairan Jeju masih belum diketemukan.

“Tim KBRI saat ini masih berada di sana bersama lebih dari 1000 personil Tim Bakamla Korsel untuk mencari secara besar-besaran keberadaan para korban," ujar Umar Hadi dalam keterangan tertulis yang diterima dari KBRI Seoul.

“Untuk itulah kita berkumpul secara virtual pada malam ini untuk berdoa bersama agar pandemi ini sagera berakhir, yang hilang segera ditemukan, dan agar bangsa kita lekas pulih secara ekonomi,” ujar Dubes Umar.

Istighosah Qubro berlangsung hingga tengah malam waktu Korsel. Acara diikuti segenap anggota organisasi masyarakat Indonesia di Korsel. Terdapat 59 masjid Indonesia, 21 Gereja Indonesia juga sekitar 30 paguyuban kedaerahan Indonesia yang tersebar di seluruh pelosok di Korea Selatan.

Istighosah ditutup dengan sarasehan lintas agama membahas peresmian FORKOMASI yang nantinya bersama KBRI Seoul memayungi gerakan masyarakat Indonesia di Korsel, bergotong-royong mengatasi sebagian kesulitan sosial WNI yang tinggal di Korsel.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

TNI Siap Turunkan Penerjun Khusus Padamkan Api Karhutla

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:50

KDKMP Upaya Merebut Kedaulatan Rakyat Atas Pasar

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:34

Pemerintah Kembali Kirim Bantuan ke NTT dan Kalimantan, dari Logistik hingga 500 Mesin Pompa Air

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:30

Sri Purwanti Bangun Bisnis Kuliner Halal Citarasa Nusantara di Taiwan

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:26

Rupiah Melemah, Sanksi Baru AS ke Iran jadi Biang Kerok

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:13

Prabowo Dorong Uji Coba Ubi Bombing untuk Atasi Karhutla

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:43

El Nino Sangat Kuat, Jangan Bakar Lahan untuk Land Clearing

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:42

Rumor 62,2 Persen Saham BYAN Warning bagi Pasar Modal

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:40

Pencemaran Berulang, DPR Desak Sumber Limbah Pencemar Kali Bekasi Diusut

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:40

Bioskop Jaksinema Hadir di Pasar Rumput, Tiket Cuma Rp15 Ribu

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:28

Selengkapnya