Berita

Dosen Hubungan Internasional dari Universitas Diponegoro Mohamad Rosyidin, MA dalam program mingguan RMOL World View/RMOL

Dunia

Pandemi Covid-19 Momen Tepat Tafsirkan Ulang Kepentingan Nasional Negara

SENIN, 28 DESEMBER 2020 | 15:02 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pandemi Covid-19 yang menjadi musuh bersama dunia sejak sekitar setahun terakhir membawa banyak perubahan, termasuk dalam hal kepentingan nasional negara.

Dosen Hubungan Internasional dari Universitas Diponegoro Mohamad Rosyidin, MA dalam program mingguan RMOL World View bertajuk "Tatanan Dunia Baru Pasca Pandemi" yang digelar oleh Kantor Berita Politik RMOL pada Senin (28/12) menuturkan bahwa, pandemi Covid-19 membuat banyak negara menafsirkan ulang definisi "kepentingan nasional" itu sendiri.

"Karena selama ini, negara-negara melihat bahwa kepentingan nasional cenderung materil, seperti dilihat dari sektor ekoomi, investasi dan militer," ujar Rosyidin.


"Tapi pasca pandemi, negara-negara akan meredefinisi kepentingan nasional mereka dengan memasukkan aspek kesehatan," sambungnya.

Dia menjelaskan bahwa pandemi Covid-19 membukikan bahwa negara yang powerful di tatanan global sekalipun akan menjadi powerless di hadpaan virus baru.

"Pandemi bangkitkan kesadaran bahwa kesehatan tidak bisa lagi menjadi aspek sekunder, tetapi primer," terangnya.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

UPDATE

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

Pimpinan Baru OJK Perlu Perkuat Pengawasan Fintech Syariah

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:25

Barang Ilegal Lolos Lewat Blueray Cargo, Begini Alurnya

Jumat, 06 Februari 2026 | 02:59

Legitimasi Adies Kadir sebagai Hakim MK Tidak Bisa Diganggu Gugat

Jumat, 06 Februari 2026 | 02:36

Uang Dolar Hingga Emas Disita KPK dari OTT Pejabat Bea Cukai

Jumat, 06 Februari 2026 | 02:18

Pemda Harus Gencar Sosialisasi Beasiswa Otsus untuk Anak Muda Papua

Jumat, 06 Februari 2026 | 01:50

KPK Ultimatum Pemilik Blueray Cargo John Field Serahkan Diri

Jumat, 06 Februari 2026 | 01:28

Ini Faktor Pendorong Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV-2025

Jumat, 06 Februari 2026 | 01:08

KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Pejabat Bea Cukai, 1 Masih Buron

Jumat, 06 Februari 2026 | 00:45

Pengamat: Wibawa Negara Lahir dari Ketenangan Pemimpin

Jumat, 06 Februari 2026 | 00:24

Selengkapnya