Berita

Jepang targetkan hapus kendaraan berbahan bakar. bensin pada pertengahan 2030/Net

Dunia

Target Ambisius Jepang, Hapus Kendaraan Berbahan Bakar Bensin Pada Pertengahan 2030

JUMAT, 25 DESEMBER 2020 | 16:15 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Jepang tidak main-main dalam menerapkan target untuk green growth, atau pertumbuhan hijau.

Dikabarkan Channel News Asia, pada Jumat (25/12) pemerintah Jepang menerapkan target ambisius untuk memangkas kendaraan berbahan bakar bensin dalam 15 tahun ke depan.

Langkah ini diambil sebagai bagian dari rencana untuk mencapai emisi karbon nol bersih dan menghasilkan hampir 2 triliun dolar AS per tahun dalam pertumbuhan hijau pada tahun 2050.


"Strategi pertumbuhan hijau" ini diketahui menargetkan industri hidrogen dan otomotif. Strategi ini dimaksudkan sebagai rencana aksi untuk mencapai janji Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga pada bulan Oktober lalu untuk menghilangkan emisi karbon secara bersih pada pertengahan abad ini.

Suga memang telah menjadikan investasi hijau sebagai prioritas utama untuk membantu menghidupkan kembali ekonomi yang dilanda pandemi Covid-19 dan untuk membawa Jepang sejalan dengan Uni Eropa, China, dan negara ekonomi kuat lainnya yang menetapkan target emisi yang ambisius.

Seorang profesor di Universitas Tokyo Yukari Takamura mengapresiasi langkah tegas pemerintah tersebut.

"Pemerintah telah menetapkan target ambisius untuk mencapai masyarakat netral karbon pada tahun 2050," kata Takamura.

"Membuat tujuan yang jelas dan arah kebijakan dalam strategi pertumbuhan hijau akan memberikan insentif bagi perusahaan untuk berinvestasi dalam teknologi masa depan," sambungnya.


Sejalan dengan strategi tersebut, pemerintah Jepang siap menawarkan insentif pajak dan dukungan keuangan lainnya kepada perusahaan untuk mendukung investasi perusahaan dalam teknologi hijau.

Rencana tersebut berusaha untuk menggantikan penjualan kendaraan bertenaga bensin baru dengan kendaraan listrik, termasuk kendaraan hybrid dan sel bahan bakar, pada pertengahan 2030an.

Untuk mempercepat penyebaran kendaraan listrik, pemerintah menargetkan pengurangan biaya baterai kendaraan lebih dari setengahnya menjadi 10.000 yen atau kurang per kilowatt hour pada tahun 2030.

Ini bertujuan untuk meningkatkan konsumsi hidrogen menjadi 3 juta ton pada tahun 2030 dan menjadi sekitar 20 juta ton pada tahun 2050 dari 200 ton pada tahun 2017, di berbagai bidang seperti pembangkit listrik dan transportasi.

Strategi tersebut mengidentifikasi 14 industri, seperti angin lepas pantai dan bahan bakar amonia, dan menargetkan pemasangan tenaga angin lepas pantai hingga 45 gigawatt (GW) pada tahun 2040.

Jepang juga bertujuan untuk menggunakan energi terbarukan sebanyak mungkin pada tahun 2050, terutama melalui ladang angin lepas pantai, dengan tujuan referensi dari sumber energi terbarukan yang menyumbang 50 persen hingga 60 persen dari kekuatan negara pada tahun 2050, naik dari lebih sedikit dari 20 persen sekarang, sekaligus mengurangi ketergantungan pada tenaga nuklir.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

UPDATE

Manifesto PRD 1996: Ketika Sekelompok Anak Muda Membuat Penguasa Susah Tidur

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:27

Kanada Minta Warganya Waspadai Wabah Cyclospora sebelum Bepergian ke AS

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:16

BRI Peduli Buka Jalan UMKM Mebel Sukoharjo Tembus Pasar Global

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:10

Ganti Kapolri dan Jaksa Agung Diusulkan Barengan

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:06

Kemnaker Jamin 134 Pegawai PT Amos Terima Pesangon Rp12,7 Miliar

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:03

Purbaya Ungkap Alasan RI Tawarkan Pajak 0 Persen Selama 50 Tahun di PFII

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:47

KPK Sita Toyota Alphard Diduga Hadiah Proyek Bupati Lalu Ahmad Zaini

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:30

Risiko Perang Terbuka AS-Iran Meningkat Gegara Rebutan Selat Hormuz

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:23

KPK Bantah Kabar Penangkapan Gatot Heroe Hernanda

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:17

Fahira Ungkap Lima Tantangan Anak Indonesia dan Solusinya

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:12

Selengkapnya