Berita

Anggota DPRD DKI Jakarta fraksi PSI, William Aditya Sarana/Net

Politik

Diam-diam PSI DKI Minta Dana Bantuan Politik Dinaikkan Hingga Rp 20 Ribu Per Suara

KAMIS, 24 DESEMBER 2020 | 15:15 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Di depan publik, fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kencang mengkritik kenaikan gaji dan tunjangan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta. Ternyata, di belakang mereka diam-diam meminta kenaikan dana bantuan politik (banpol).

Hal tersebut diketahui dari video singkat yang diterima Kantor Berita RMOLJakarta, yang menampilkan audio yang diduga dari anggota DPRD DKI fraksi PSI, William Aditya Sarana, yang secara terang-terangan meminta kenaikan banpol untuk tahun anggaran 2021.

"Untuk Kesbangpol karena sudah disampaikan ke saya pak, mungkin saya harus sampaikan ke sini juga. Apakah mungkin jika dana banpol itu dinaikan pak?" kata William seperti dikutip redaksi, Kamis (24/12).


"Sekarang kita Rp 5.000 per suara, mungkin itu bisa dinaikkan lagi per suara. Kita sih maunya, kalau (PSI) mengusulkan Rp 7.000 lah gitu, Rp 20.000 ribu atau ceban (Rp 10.000) gitu," sambungnya.

Politikus muda PSI menegaskan bahwa partainya mengharapkan mendapat banpol setinggi-tingginya untuk memenuhi operasional partai.

"Tapi yang realistis saja pak, bisa tidak kita naikkan di tahun 2021?" pungkasnya.

Di sisi lain, beberapa waktu lalu,  PSI justru menolak rancangan kenaikan gaji dewan dan tunjangan yang tertuang dalam Rencana Kerja Tahunan (RKT) anggota DPRD DKI menjadi Rp 888 miliar.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Polda Metro Geledah Sembilan Lokasi Terkait Dugaan Korupsi Proyek Alat Konstruksi

Jumat, 18 September 2026 | 18:26

APBN Defisit Rp240 Triliun, IHSG-Rupiah Kompak Anjlok

Jumat, 18 September 2026 | 18:06

Sinopsis The Ordinary Jackpot, Drama Korea Terbaru Lee Jun-hyuk

Jumat, 18 September 2026 | 18:04

Usai Summarecon Agung, Rumah Anak Buah Nusron Wahid Digeledah KPK

Jumat, 18 September 2026 | 18:02

BNI Perkuat Peran Bank Sahabat Mahasiswa melalui Jatinangor Music Fest

Jumat, 18 September 2026 | 17:57

Geledah Kantor Summarecon Agung, Dokumen SHGB dan Bukti Elektronik Disita KPK

Jumat, 18 September 2026 | 17:48

Fahd A Rafiq Jadi Tersangka KPK 3 Kali, Ini Daftar Kasus yang Menjeratnya

Jumat, 18 September 2026 | 17:48

Kasus Summarecon Alarm Pembenahan Sistem Blokir Pertanahan

Jumat, 18 September 2026 | 17:42

Beda Influenza A dan Flu Biasa, Kenali Gejala dan Cara Membedakannya

Jumat, 18 September 2026 | 17:41

Paulus Tannos Tegaskan Tak Hindari Hukum, Minta Bukti Diuji Secara Adil

Jumat, 18 September 2026 | 17:28

Selengkapnya