Berita

Menteri Luar Negeri Maroko Nasser Bourita/Net

Dunia

Israel-Maroko Khawatir Joe Biden Bisa Gagalkan Kesepakatan Normalisasi

KAMIS, 24 DESEMBER 2020 | 10:28 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Kesepakatan normalisasi antara Israel dan Maroko yang ditengahi oleh Amerika Serikat (AS) ternyata masih memiliki sejumlah hambatan dan kekhawatiran.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, Rabat akan membangun hubungan diplomatik dengan Israel dengan syarat Washington mengakui kedaulatan Maroko atas Sahara Barat.

Kesepakatan tersebut tampaknya masih banyak ditentang oleh lingkaran politik tertinggi di AS.


Dimuat Axios, Israel juga khawatir jika presiden terpilih AS Joe Biden akan membatalkan kesepakatan tersebut.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Maroko Nasser Bourita mengatakan akan menemukan alasan yang kuat untuk mempertahankan kesepakatan tersebut.

"Kami berharap pemerintahan berikutnya akan melanjutkan dinamika positif ini dan menyuburkan apa yang telah kami bangun karena itu dilakukan untuk perdamaian. Yang kami miliki di sini adalah paket yang sudah ditandatangani dan komitmen pertama yang dibuat semua orang adalah untuk mempertahankan, mempromosikan, dan meningkatkan paket ini," jelasnya.

"Kami adalah pelopor hubungan dengan Israel. Bagi kami, ini adalah peristiwa besar, tetapi kami tidak membangun dari awal. Ini tentang memperbarui kontak tradisional dan membangun sesuatu yang tahan lama," lanjutnya.

Di sisi lain, Front Polisario juga mendesak Biden untuk memikirkan kembali keputusan yang diambil oleh Presiden Donald Trump tersebut.

Kamal Fadel yang mewakili Front Polisario mengatakan Sahara Barat bukanlah real estate yang dimiliki oleh Trump sehingga ia bisa memberikannya kepada maroko.

"Ini bukan bagian dari real estate Trump untuk diberikan kepada Maroko, dia bisa saja memberikan mereka salah satu properti golfnya, bukan Sahara Barat," ujar Fadel.

"Kami berharap Presiden terpilih AS Joe Biden, yang saya pahami sebagai orang yang berintegritas dan sangat akrab dengan warisan kolonialisme di Afrika, akan memiliki pengaruh positif pada penentuan nasib sendiri di Sahara Barat dan akan membalikkan keputusan ini," pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Komisi XIII DPR Segera Panggil Pejabat Terkait soal Fasilitas Mewah Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 | 14:25

Ajukan Kasasi, Nadiem Tak Akan Menerima Hasil Apapun di Luar Bebas

Kamis, 24 September 2026 | 14:25

Respons Demo Buruh, Dasco: RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Rampung Oktober 2026

Kamis, 24 September 2026 | 14:15

PAN: Ambang Batas Parlemen Perlu Hati-hati, Jangan Lebih dari 4 Persen

Kamis, 24 September 2026 | 14:03

Usai Antar Giuseppe Garibaldi, Perwakilan Angkatan Laut Italia Temui Prabowo

Kamis, 24 September 2026 | 14:03

Dasco Pastikan DPR Dalami Temuan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 | 13:58

MGLV Kantongi Fasilitas BNI, Ekspansi Data Center Jababeka dan Batang Digenjot

Kamis, 24 September 2026 | 13:51

Demo Buruh di Depan UOB Plaza: Jalur Utama Jakarta Pusat Dialihkan!

Kamis, 24 September 2026 | 13:40

Hakim Banding Pangkas Vonis Nadiem

Kamis, 24 September 2026 | 13:39

UU Pengaturan Reforma Agraria jadi Kado Manis Petani untuk Berdaulat

Kamis, 24 September 2026 | 13:32

Selengkapnya