Berita

Proses pengenalan calon menteri baru pada Selasa sore (22/12) di Istana Negara/Net

Politik

Reshuffle Tak Bawa Spirit Baru, Justru Kedepankan Simbol Mistis

RABU, 23 DESEMBER 2020 | 10:08 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Perombakan kabinet yang sudah cukup lama ditunggu-tunggu masyarakat akhirnya dilakukan Presiden Joko Widodo. Ada 6 menteri baru dan 5 wakil menteri baru yang dilantik di Istana Negara pada hari ini, Rabu (23/12).

Enam menteri baru itu adalah Yaqut Cholil Khoumas (Menteri Agama),  Budi Gunadi Sadikin (Menteri Kesehatan), Tri Rismaharani (Menteri Sosial), Muhammad Lutfi (Menteri Perdagangan), dan Sakti Wahyu Trenggono (Menteri Kelautan dan Perikanan).

Meski terkesan membawa angin segar, kehadiran 6 menteri baru di Kabinet Indonesia Maju tersebut dinilai Direktur Indonesia Future Studies, Gde Siriana Yusuf, tak membawa semangat baru.


"Reshuffle tidak membawa spirit baru dalam menghadapi krisis pandemi," ucap Gde Siriana kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (23/12).

Bahkan, menurut Gde Siriana, proses reshuffle justru kental dengan simbol. Mulai dari pemakaian jaket biru dan pemilihan Rabu pon, yang merupakan weton kelahiran Presiden Jokowi, sebagai hari pelantikan.

"Komunikasi reshuffle kepada publik justru mengedepankan simbol mistis, jaket biru dan hari Rabu pon dipilih sebagai hari pelantikan. Tetapi masyarakat tidak pahami itu dan bukan hal prioritas dalam situasi sulit sekarang ini," beber Gde Siriana.

Khusus Menteri Kesehatan, penunjukkan Budi Gunadi Sadikin yang sama sekali tidak berlatar belakang ilmu kesehatan atau kedokteran dinilai makin memperkuat dugaan bahwa penanganan pandemi yang dilakukan pemerintah lebih memprioritaskan ekonomi.

"Menkes bukan dokter tetapi bankir memperkuat pandangan masyarakat bahwa pendekatan penanganan pandemi memang bisnis atau ekonomi, bukan kesehatan," pungkasnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya