Berita

Chief Executive Officer Development Finance Corporation (DFC) Adam Boehler/Reuters

Dunia

Indonesia Bisa Dapat Miliaran Dolar Dari AS Jika Menormalisasi Hubungan Dengan Israel

SELASA, 22 DESEMBER 2020 | 18:52 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Isu normalisasi hubungan antara Indonesia dan Israel menjadi buah bibir di masyarakat dalam beberapa waktu terakhir.

Awal pekan ini (Selasa, 22/12), raksasa media asal Amerika Serikat Bloomberg merilis artikel berjudul "Indonesia Could Get Billions in U.S. Funding to Join Israel Push". Dalam artikel tersebut diisebutkan bahwa Indonesia bisa mendapatkan miliaran dolar dalam pembiayaan Amerika Serikat tambahan jika bergabung dengan upaya Presiden Donald Trump untuk membangun normalisasi hubungan dengan Israel.

Chief Executive Officer Development Finance Corporation (DFC) Adam Boehler dalam sebuah wawancara hari Senin (21/12) di Hotel King David di Yerusalem mengungkapkan bahwa pihaknya dapat melipatgandakan portofolio satu miliar dolar AS saat ini jika Indonesia mengembangkan hubungan dengan Israel.


Perlu diketahui, DFC sendiri adalah sebuah badan pemerintah yang berinvestasi di luar negeri.

"Kami sedang membicarakannya dengan mereka," kata Boehler.

“Jika mereka siap, mereka siap dan jika mereka siap maka kami akan dengan senang hati mendukung secara finansial lebih dari apa yang kami lakukan," sambungnya, seraya menambahkan bahwa dia tidak akan terkejut jika pendanaan organisasinya untuk Indonesia, didorong hingga satu atau dua miliar dolar lebih.

Diketahui bahwa normalisasi hubungan Israel dengan sejumlah negara lain di dunia didorong oleh pemerintahan Trump di Amerika Serikat.

Mereka berharap lebih banyak negara akan bergabung dalam gelombang perjanjian normalisasi dengan Israel yang diumumkan dalam beberapa bulan terakhir, termasuk dengan Uni Emirat Arab, Bahrain, Sudan dan Maroko.

Amerika Serikat juga berharap Oman dan Arab Saudi akan bergabung, meskipun Boehler mengatakan pendanaan DFC untuk kedua negara tersebut akan dibatasi karena organisasi tersebut tidak diizinkan untuk berinvestasi secara langsung di negara-negara berpenghasilan tinggi.

Boehler sendiri berada di Israel sebagai bagian dari delegasi bersama menantu Trump yang juga penasihat senior Gedung Putih Jared Kushner.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya