Berita

Vaksinasi Covid-19/Net

Dunia

CDC Buat Pedoman Bagi Penderita Alergi Vaksin Covid-19

MINGGU, 20 DESEMBER 2020 | 09:22 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat (AS) dilaporkan tengah memantau reaksi alergi yang dialami oleh orang yang telah divaksinasi Covid-19.

CDC pada Sabtu (19/12) mengatakan, siapa pun yang memiliki reaksi parah terhadap vaksin Covid-19 tidak seharusnya mendapatkan dosis kedua.

Dimuat Reuters, menurut CDC, seseorang yang mengalami reaksi parah memerlukan obat epinefrin atau perawatan di rumah sakit.


"Orang yang mengalami reaksi alergi parah terhadap bahan apa pun dalam vaksin Covid-19 harus menghindari formulasi vaksin yang mengandung bahan tersebut," kata CDC.

Lebih lanjut, CDC menuturkan, individu dengan riwayat reaksi alergi parah terhadap vaksin harus berkonsultasi dengan dokter.

Tetapi bagi seseorang yang alergi parah terhadap makanan, hewan peliharaan, lateks, atau kondisi lingkungan, serta mereka dengan alergi obat oral atau memiliki keluarga dengan reaksi alergi parah masih bisa divaksinasi.

Sementara itu, Administrasi Makanan dan Obat-obatan (FDA) saat ini juga sedang menyelidiki lima reaksi alergi yang terjadi pada mereka yang telah diberi vaksin Pfizer-BioNTech di AS.

Sejauh ini AS sudah menyetujui dua vaksin di bawah otorisasi penggunaan darurat, yaitu Pfizer-BioNTech dan Moderna.

FDA mengatakan, vaksin Moderna tidak boleh diberikan kepada mereka yang diketahuai memiliki riwayat reaksi alergi parah terhadap komponen suntikan apa pun.

Sedangkan regulator medis Inggris telah mengatakan bahwa siapa pun dengan riwayat anafilaksis, atau reaksi alergi parah terhadap obat atau makanan, tidak boleh diberi vaksin Pfizer-BioNTech Covid-19.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya