Berita

Menteri Luar Negeri Palestina Riyad al-Malki/Net

Dunia

Trump Lengser, Palestina Ajak Israel Kembali Ke Solusi Dua Negara

MINGGU, 20 DESEMBER 2020 | 08:48 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Menteri Luar Negeri Palestina Riyad al-Malki mendesak Israel untuk kembali ke pembicaraan solusi dua negara.

Hal itu disampaikan dalam pernyataan bersama al-Mali dengan Menteri Luar Negeri Mesir Sameh Shukry dan Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi yang dirilis pada Sabtu (19/12).

Sementara itu dalam jumpa persnya, al-Malki mengatakan otoritas Palestina siap bekerja sama dengan Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Joe Biden untuk menegaskan kedaulatan Palestina dengan Yerusalem timur sebagai ibukotanya.


"Kami siap untuk bekerja sama dan menangani pemerintahan baru AS, dan kami berharap itu akan menarik kembali hubungannya dengan negara Palestina," jelasnya, seperti dimuat Al Awsat.

Menurut al-Malki, pihaknya telah berkoordinasi dengan Mesir dan Yordania untuk membentuk titik awal dalam pemerintahan Biden, mengingat dua negara itu sekutu dekat AS.

Selama pemerintahan Presiden AS Donald Trump, negosiasi Palestina dengan Israel mengalami banyak kemunduran.

Trump telah mengesampingkan otoritas Palestina, mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, memindahkan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv, memangkas bantuan keuangan untuk Palestina, dan mengizinkan permukiman Israel di tanah yang diklaim oleh Palestina.

Israel merebut Yerusalem timur dan Tepi Barat dari Palestina dalam perang 1967. Sejak saat itu, Israel telah membangun jaringan permukiman yang sangat luas yang menampung hampir 700 ribu pemukim Yahudi di Tepi Barat dan Yerusalem.

Al-Malki juga mengatakan mereka telah kembali ke koordinasi keamanan dengan Israel, setelah otoritas Israel mengirim pesan untuk pertama kalinya, bahwa mereka mematuhi semua perjanjian yang dibuat dengan Palestina.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya