Berita

Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte/Net

Dunia

Cegah Terjadi Lonjakan Kasus Selama Libur Nataru, Italia Akan Lockdown Hingga Januari

SABTU, 19 DESEMBER 2020 | 16:29 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte pada Jumat (18/12) malam waktu setempat telah memutuskan untuk melakukan lockdown selama periode Natal dan Tahun Baru sebagai antisipasi meningkatnya angka kasus baru di negara itu.

Di bawah peraturan baru ini, toko, bar, dan restoran akan ditutup dan perjalanan antar wilayah akan dilarang, dan hanya satu perjalanan harian ke luar rumah yang diizinkan. Perayaan keagamaan juga hanya akan diizinkan hingga pukul 10:00 malam.

Sementara toko makanan, salon tata rambut, apotek, penjual tembakau dan binatu, serta toko buku akan tetap buka.


"Pakar kami khawatir kurva infeksi akan meningkat selama periode Natal," kata Conte, seperti dikutip dari AFP, Sabtu (19/12).

Perdana menteri mengakui bahwa pihak berwenang tidak memiliki sarana atau kemauan untuk memantau kepatuhan dengan tindakan penahanan, tetapi dia meminta orang Italia untuk menghormati batas baru orang yang menampung dua tamu dewasa di rumah.

Conte menetapkan bahwa kuncian akan dilonggarkan pada 28, 29, 30 Desember, serta pada 4 Januari.

"Pada hari-hari ini, toko-toko dapat tetap buka hingga pukul 21:00 dan orang-orang akan diizinkan untuk bergerak dengan bebas," kata Conte.

Italia memiliki 60 juta penduduk dan salah satu populasi tertua di Eropa.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Memutus Urat Nadi Korupsi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:54

Festival Layanan AHU Berdampak 2026 Hadirkan Edukasi ke Masyarakat, Ini Lengkapnya

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:24

Gus Yusuf Legawa Sikapi Dinamika Muktamar ke-35 NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:49

Mendesak Para Kiai Sepuh Turun Tangan Meredam Suhu Panas Muktamar NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:33

Jalan Sehat jadi Cara Hanura Kalsel Konsolidasikan Pemilu 2029

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:15

Profil 9 Ulama AHWA Muktamar NU: Sosok Kharismatik Penentu Rais Aam PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:45

TikTok dan Tokped Digugat Class Action Rp1,2 Triliun

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:11

Ini 9 Ulama AHWA Terpilih Muktamar ke-35 NU, Suara Mbah Yai Da Paling Tinggi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:46

Dikawal DPR, Tagihan Rp158 Miliar PT Pos Akhirnya Dibayar Kemensos

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:04

Kiai Rembang Cium 'Hidden Agenda' Penjegalan Caketum PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:56

Selengkapnya