Berita

Polisi dan petugas penyelamat di lokasi kejadian parade karnaval di Volkmarsen, pada Februari lalu/Net

Dunia

Pria Jerman Didakwa 91 Tuduhan Percobaan Pembunuhan Dalam Serangan Karnaval Yang Melukai Puluhan Orang

SABTU, 19 DESEMBER 2020 | 14:26 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pengadilan Jerman pada Jumat (18/12) waktu setempat mendakwa seorang pria dengan  91 tuduhan percobaan pembunuhan karena dengan sengaja menabrakkan mobilnya ke kerumunan orang yang sedang merayakan Karnaval awal tahun ini di pusat kota Volkmarsen.

Dilaporkan AP, Pria berusia 30 tahun, yang namanya belum dirilis sejalan dengan undang-undang privasi Jerman, juga menghadapi 90 dakwaan lainnya termasuk karena menyebabkan cedera tubuh dan kejahatan lain yang lebih ringan.

Dia dituduh mengemudikan mobilnya dengan kecepatan lebih dari 50 kilometer per jam (30 mph) dan melalui kerumunan orang yang sedang menyaksikan prosesi tradisional kota ‘Rose Monday’ yang melibatkan banyak anak, dalam upaya untuk membunuh mereka pada 24 Februari 2020.


Beruntung tidak ada yang meninggal karena aksi gilana itu, tetapi dia melukai 90 orang, termasuk 20 orang yang membutuhkan rawat inap.

Dia dituduh telah merencanakan serangan itu dan memasang kamera dasbor untuk merekamnya. Jaksa penuntut mengatakan tersangka tidak sedang dalam pengaruh alkohol atau obat-obatan pada saat kejahatan itu terjadi.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Memutus Urat Nadi Korupsi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:54

Festival Layanan AHU Berdampak 2026 Hadirkan Edukasi ke Masyarakat, Ini Lengkapnya

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:24

Gus Yusuf Legawa Sikapi Dinamika Muktamar ke-35 NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:49

Mendesak Para Kiai Sepuh Turun Tangan Meredam Suhu Panas Muktamar NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:33

Jalan Sehat jadi Cara Hanura Kalsel Konsolidasikan Pemilu 2029

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:15

Profil 9 Ulama AHWA Muktamar NU: Sosok Kharismatik Penentu Rais Aam PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:45

TikTok dan Tokped Digugat Class Action Rp1,2 Triliun

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:11

Ini 9 Ulama AHWA Terpilih Muktamar ke-35 NU, Suara Mbah Yai Da Paling Tinggi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:46

Dikawal DPR, Tagihan Rp158 Miliar PT Pos Akhirnya Dibayar Kemensos

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:04

Kiai Rembang Cium 'Hidden Agenda' Penjegalan Caketum PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:56

Selengkapnya