Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

AS Serahkan Dokumen Pernyataan Resmi Tentang Kedaulatan Maroko Atas Sahara Kepada Dewan PBB

JUMAT, 18 DESEMBER 2020 | 15:16 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Amerika Serikat melalui perwakilan tetapnya untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa menyampaikan surat berisi pernyataan resmi atau proklamasi yang dikeluarkan oleh Presiden AS Donald Trump pada Selasa (16/12) kepada Dewan PBB dan Sekretaris Jenderal PBB.

Duta Besar AS untuk PBB, Kelly Craft, menegaskan bahwa melalui isi proklamasi itu Trump mengakui bahwa seluruh wilayah Sahara Barat adalah bagian dari Kerajaan. Maroko.

Surat itu ditujukan untuk Presiden Dewan Keamanan PBB, Jerry Matthews Matjila serta Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres. Craft meminta agar Matjila dan Guterres mengadopsi proklamasi tersebut sebagai dokumen resmi Dewan Keamanan.


Isi proklamasi tersebut menegaskan kembali dukungan AS untuk "proposal otonomi Maroko sebagai satu-satunya dasar untuk solusi yang adil dan langgeng atas sengketa atas wilayah Sahara Barat."

"Amerika Serikat percaya bahwa Negara Sahrawi yang merdeka bukanlah pilihan yang realistis untuk menyelesaikan konflik dan bahwa otonomi asli di bawah kedaulatan Maroko adalah satu-satunya solusi yang layak," isi dari pernyataan proklamasi tersebut, seperti dikutip dari MAP, Jumat (18/12).

Dilaporkan oleh MNW, dalam dokumen tersebut juga dijelaskan bahwa AS akan membuka konsulat jenderal di Dakhla, Maroko selatan. Konsulat akan berfungsi untuk memfasilitasi investasi ekonomi Amerika di provinsi selatan Maroko.

"Kami mendesak para pihak untuk terlibat dalam diskusi tanpa penundaan, menggunakan rencana otonomi Maroko sebagai satu-satunya kerangka kerja untuk menegosiasikan solusi yang dapat diterima bersama," Isi bagian dari proklamasi tersebut.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Memutus Urat Nadi Korupsi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:54

Festival Layanan AHU Berdampak 2026 Hadirkan Edukasi ke Masyarakat, Ini Lengkapnya

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:24

Gus Yusuf Legawa Sikapi Dinamika Muktamar ke-35 NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:49

Mendesak Para Kiai Sepuh Turun Tangan Meredam Suhu Panas Muktamar NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:33

Jalan Sehat jadi Cara Hanura Kalsel Konsolidasikan Pemilu 2029

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:15

Profil 9 Ulama AHWA Muktamar NU: Sosok Kharismatik Penentu Rais Aam PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:45

TikTok dan Tokped Digugat Class Action Rp1,2 Triliun

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:11

Ini 9 Ulama AHWA Terpilih Muktamar ke-35 NU, Suara Mbah Yai Da Paling Tinggi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:46

Dikawal DPR, Tagihan Rp158 Miliar PT Pos Akhirnya Dibayar Kemensos

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:04

Kiai Rembang Cium 'Hidden Agenda' Penjegalan Caketum PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:56

Selengkapnya