Berita

Perdana Menteri Mohammed Shtayyeh/Net

Dunia

Kematian Melonjak Tinggi, PM Palestina Perketat Langkah-langkah Pembatasan Covid-19

JUMAT, 18 DESEMBER 2020 | 09:16 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Palestina  berupaya menekan lonjakan virus corona, menyusul angka kasus kematian yang meningkat lebih dari 30 jiwa dalam 24 jam terakhir. Pada Kamis (17/12), angka kematian karena virus corona di negara itu menjad total 1.078 jiwa

Otoritas mengumumkan pembatasan Covid-19 yang lebih ketat, termasuk penutupan sekolah dan universitas selama dua minggu, mulai Senin. Semua kembali melanjutkan kelas dari jarak jauh.

AFP pada Kamis (17/12) melaporkan, selama pidato yang disiarkan di televisi pada Kamis, Perdana Menteri Mohammed Shtayyeh mengatakan langkah-langkah itu akan diterapkan di seluruh Tepi Barat yang diduduki Israel sejak 1967.


Gym, restoran, kafe, dan penata rambut juga akan tutup selama dua minggu. Transportasi umum dan pribadi antara 11 provinsi di Tepi Barat yang diduduki akan dilarang mulai Kamis, ujar Shtayyeh.

Kementerian dan lembaga pemerintah lainnya akan melakukan pekerjaannya dengan langkah-langkah darurat, dengan jumlah staf di tempat kerja berkurang hingga 30 persen.

Jam malam yang diberlakukan pada akhir November selama dua minggu akan diperpanjang, kata Shtayyeh.

Pekan lalu, Presiden Otoritas Palestina Mahmud Abbas mengumumkan bahwa misa Natal di Betlehem, yang biasanya dihadiri oleh jemaat Kristen di Tepi Barat, akan ditutup untuk umum tahun ini karena pandemi ini.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Memutus Urat Nadi Korupsi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:54

Festival Layanan AHU Berdampak 2026 Hadirkan Edukasi ke Masyarakat, Ini Lengkapnya

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:24

Gus Yusuf Legawa Sikapi Dinamika Muktamar ke-35 NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:49

Mendesak Para Kiai Sepuh Turun Tangan Meredam Suhu Panas Muktamar NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:33

Jalan Sehat jadi Cara Hanura Kalsel Konsolidasikan Pemilu 2029

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:15

Profil 9 Ulama AHWA Muktamar NU: Sosok Kharismatik Penentu Rais Aam PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:45

TikTok dan Tokped Digugat Class Action Rp1,2 Triliun

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:11

Ini 9 Ulama AHWA Terpilih Muktamar ke-35 NU, Suara Mbah Yai Da Paling Tinggi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:46

Dikawal DPR, Tagihan Rp158 Miliar PT Pos Akhirnya Dibayar Kemensos

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:04

Kiai Rembang Cium 'Hidden Agenda' Penjegalan Caketum PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:56

Selengkapnya