Berita

Orangtua siswa menuntut anak mereka segera dibebaskan dari penculikan/Net

Dunia

Pasukan Nigeria Selamatkan 344 Siswa Yang Diculik Boko Haram Di Hutan

JUMAT, 18 DESEMBER 2020 | 07:57 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Sebanyak 344 siswa laki-laki yang diculik oleh Boko Haram telah diselamatkan oleh pasukan keamanan Nigeria.

Gubernur negara bagian Katsina, Aminu Bello Masari mengatakan, para siswa yang ditahan di hutan telah dibebaskan di negara bagian Zamfara.

Masih belum jelas apakah masih ada yang hilang atau bagaimana mereka dibebaskan.


"Saya pikir kami telah menyelamatkan sebagian besar anak," kata Masari dalam wawancaranya dengan NTA, seperti dimuat Reuters, Kamis (17/12).

Dia mengatakan pasukan keamanan telah menutup area tempat anak-anak itu ditahan dan diberi instruksi untuk tidak menembak.

"Kami bersyukur kepada Tuhan bahwa mereka menerima nasihat kami dan tidak ada satu tembakan pun yang dilepaskan," katanya.

Menurut Masari, anak-anak tersebut tengah dalam perjalanan kembali ke Katsina. Mereka akan mendapatkan pemeriksaan medis dan dipersatukan kembali dengan keluarga pada Jumat (18/12).

Pembebasan para siswa itu terjadi berselang beberapa jam setelah Boko Haram merilis video yang menampilkan anak-anak sekolah yang mereka culik pada pekan lalu.

Video itu menunjukkan lambang Boko Haram, memperlihatkan sekelompok anak laki-laki dengan balutan kayu sembari mengatakan, "Tolong kami, bantu kami."

Presiden Muhammadu Buhari menyambut baik pembebasan para siswa tersebut dan meminta kesabaran warga selama pemerintahannya menangani masalah keamanan.

"Kami memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Kami akan menangani semua itu," janjinya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya