Berita

Presiden RI Joko Widodo/Net

Dunia

Media Asing Soroti Keputusan Jokowi Soal Vaksin Covid-19 Gratis Dan Kesediaannya Jadi Penerima Suntikan Pertama

KAMIS, 17 DESEMBER 2020 | 06:55 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sejumlah media asing soroti pernyataan terbaru Presiden Joko Widodo tentang keputusannya untuk memberikan vaksin Covid-19 gratis bagi penduduk Indonesia pada Rabu (16/12).

Pemerintah semula mengatakan hanya petugas kesehatan, orang tua, dan personel penting lainnya yang akan diberi vaksin secara gratis, sementara lainnya berbayar.

“Dapat saya sampaikan bahwa Vaksin Covid-19 untuk masyarakat adalah gratis. Sekali lagi gratis, tidak dikenakan biaya sama sekali,” Jokowi menekankan hal itu dalam keterangan persnya yang disiarkan secara daring.


AFP menulis, pengumuman tersebut datang di saat Indonesia tengah memerangi sejumlah kesalahan informasi atas virus tersebut,  serta untuk mencegah gelombang baru infeksi, dengan sekitar 630 kasus yang tercatat pada Rabu (16/12) serta lebih dari 19 ribu kematian.

Sementara CNA dan ABC menyoroti kesediaan Jokowi untuk menjadi orang pertama yang menerima suntikan vaksin Covid-19 untuk memastikan keamanannya.

"Saya pribadi akan menjadi penerima pertama (vaksin) untuk meningkatkan kepercayaan di antara orang-orang bahwa vaksin yang digunakan aman," ujar Jokowi seperti dikutip dari CNA.

Indonesia telah menandatangani kesepakatan untuk lebih dari 350 juta dosis vaksin dari berbagai perusahaan farmasi internasional - termasuk perusahaan Inggris-Swedia AstraZeneca dan pemasok China Sinovac.

Namun, kesepakatan vaksin saat ini tidak memberikan dosis yang cukup untuk dua dosis yang dibutuhkan per orang yang akan mencakup seluruh 270 juta penduduk Indonesia.

Indonesia sendiri telah menerima pengiriman pertama 1,2 juta dosis Sinovac bulan ini, sementara 1,8 juta lagi akan tiba pada Januari.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Memutus Urat Nadi Korupsi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:54

Festival Layanan AHU Berdampak 2026 Hadirkan Edukasi ke Masyarakat, Ini Lengkapnya

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:24

Gus Yusuf Legawa Sikapi Dinamika Muktamar ke-35 NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:49

Mendesak Para Kiai Sepuh Turun Tangan Meredam Suhu Panas Muktamar NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:33

Jalan Sehat jadi Cara Hanura Kalsel Konsolidasikan Pemilu 2029

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:15

Profil 9 Ulama AHWA Muktamar NU: Sosok Kharismatik Penentu Rais Aam PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:45

TikTok dan Tokped Digugat Class Action Rp1,2 Triliun

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:11

Ini 9 Ulama AHWA Terpilih Muktamar ke-35 NU, Suara Mbah Yai Da Paling Tinggi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:46

Dikawal DPR, Tagihan Rp158 Miliar PT Pos Akhirnya Dibayar Kemensos

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:04

Kiai Rembang Cium 'Hidden Agenda' Penjegalan Caketum PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:56

Selengkapnya