Berita

Tokoh mode Kanada Peter Nygard/Net

Dunia

Tokoh Mode Kanada Diringkus Aparat Atas Tuduhan Perdagangan Seks Terhadap Puluhan Wanita Sejak 1995

RABU, 16 DESEMBER 2020 | 15:50 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Tokoh mode Kanada Peter Nygard didakwa dengan pasal perdagangan seks, pemerasan, dan kejahatan lainnya yang menargetkan puluhan wanita dan gadis di bawah umur. Kejahatan itu dilakukannya selama lebih dari seperempat abad di tiga negara, Selasa (15/12) waktu setempat.

Polisi Kanada menangkap Nygard di Winnipeg, Manitoba, pada Senin (14/12) atas permintaan pemerintah AS berdasarkan perjanjian ekstradisi negara tersebut.

Penjabat Pengacara AS Audrey Strauss di Manhattan mengatakan Nygard yang saat ini berusia 79 tahun, menggunakan pengaruh dan bisnisnya sejak 1995 untuk “merekrut dan mempertahankan” para korban di Amerika Serikat, Kanada, dan Bahama, untuk memuaskan dirinya sendiri dan rekan-rekannya secara seksual.


"Pak Nygard dengan keras menyangkal semua tuduhan dan berharap akan dibenarkan di pengadilan,” kata pengacaranya, Jay Prober, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (16/12).

Nygard nampak mengenakan masker putih, kaus abu-abu, dan celana olahraga, dengan rambut putih panjangnya yang disanggul, pada penampilan pertama di ruang sidang Winnipeg. Dia dibawa pergi dengan borgol dan rantai kaki. Nygard berencana untuk mencari jaminan, dan sidang terjadwal berikutnya pada 13 Januari 2021.

Nygard juga menghadapi gugatan perdata class action di Manhattan oleh 57 wanita tak disebutkan namanya yang menuduhnya melakukan pelecehan seksual. Tuduhan yang dibantahnya.

Lahir di Finlandia, Nygard dibesarkan di Manitoba, akhirnya menjalankan perusahaan pakaiannya sendiri dan menjadi salah satu orang terkaya di Kanada.

Pihak berwenang mengatakan bahwa para korban diserang oleh Nygard atau rekan-rekannya, beberapa korban bahkan dibius untuk memuaskan hasrat seksual mereka. Nygard juga diketahui sering menargetkan korban yang berasal dari latar belakang yang kurang beruntung atau pernah mengalami pelecehan.

Dakwaan sembilan hitungan mengatakan Nygard menggunakan berbagai cara untuk merekrut korban.Ini diduga termasuk ‘Pamper Parties’, sebuah acara makanan dan minum gratis serta layanan spa, yang rutin diadakan di propertinya di Marina del Rey di California dan Bahamas.

Surat dakwaan mengatakan Nygard membawa beberapa korban - dia menyebut mereka ‘pacar’- ke klub swingers di mana mereka akan diintimidasi untuk berhubungan seks dengan pria lain.

“Nygard juga menggunakan ancaman penangkapan, kerusakan reputasi dan tuntutan hukum untuk membungkam calon penuduh,” kata surat dakwaan.

Pada bulan Februari, Nygard mengundurkan diri sebagai ketua Nygard International setelah kantor pusatnya di New York di dekat Times Square digerebek oleh FBI.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Memutus Urat Nadi Korupsi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:54

Festival Layanan AHU Berdampak 2026 Hadirkan Edukasi ke Masyarakat, Ini Lengkapnya

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:24

Gus Yusuf Legawa Sikapi Dinamika Muktamar ke-35 NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:49

Mendesak Para Kiai Sepuh Turun Tangan Meredam Suhu Panas Muktamar NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:33

Jalan Sehat jadi Cara Hanura Kalsel Konsolidasikan Pemilu 2029

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:15

Profil 9 Ulama AHWA Muktamar NU: Sosok Kharismatik Penentu Rais Aam PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:45

TikTok dan Tokped Digugat Class Action Rp1,2 Triliun

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:11

Ini 9 Ulama AHWA Terpilih Muktamar ke-35 NU, Suara Mbah Yai Da Paling Tinggi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:46

Dikawal DPR, Tagihan Rp158 Miliar PT Pos Akhirnya Dibayar Kemensos

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:04

Kiai Rembang Cium 'Hidden Agenda' Penjegalan Caketum PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:56

Selengkapnya