Berita

Para pengungsi Afghanistan/Net

Dunia

Dilanda Konflik Dan Pandemi 16 Juta Orang Afghanistan Akan Membutuhkan Bantuan Kemanusiaan Di 2021

RABU, 16 DESEMBER 2020 | 12:47 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa memperkirakan akan ada tambahan lima juta lebih warga Afghanistan yang akan membutuhkan bantuan kemanusiaan pada 2021, seiring meningkatnya konflik dan pandemi Covid-19.

Pernyataan itu disampaikan oleh pelaksana tugas Asisten Sekretaris Jenderal Urusan Kemanusiaan Ramesh Rajasingham dalam konferensi pers pada hari Selasa (15/12) waktu setempat.

“Kami beralih dari situasi di mana kami (meminta) dukungan untuk menargetkan sekitar 11 juta orang pada tahun 2020 menjadi apa yang kami perkirakan akan menjadi hampir 16 juta orang tahun depan,” ungkapnya, seperti dikutip dari Al-Jazeera, Rabu (16/12).


Rajasingham, yang baru saja kembali dari perjalanan ke Afghanistan juga menyoroti musim dingin yang sangat keras yang biasanya dialami negara itu.

“Kebutuhan meningkat dan pendanaan sangat dibutuhkan. Meningkatnya kebutuhan adalah hasil dari krisis Covid-19, meningkatnya konflik dan perpindahan penduduk,” kata Rajasingham.

Selain jutaan warga Afghanistan yang mengungsi secara internal atau sementara, 4,6 juta lainnya tinggal di luar negeri, di mana 2,7 juta di antaranya adalah pengungsi terdaftar.

Secara kolektif, mereka mewakili salah satu populasi terlama yang kehilangan tempat tinggal dan terlama di seluruh dunia.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Memutus Urat Nadi Korupsi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:54

Festival Layanan AHU Berdampak 2026 Hadirkan Edukasi ke Masyarakat, Ini Lengkapnya

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:24

Gus Yusuf Legawa Sikapi Dinamika Muktamar ke-35 NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:49

Mendesak Para Kiai Sepuh Turun Tangan Meredam Suhu Panas Muktamar NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:33

Jalan Sehat jadi Cara Hanura Kalsel Konsolidasikan Pemilu 2029

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:15

Profil 9 Ulama AHWA Muktamar NU: Sosok Kharismatik Penentu Rais Aam PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:45

TikTok dan Tokped Digugat Class Action Rp1,2 Triliun

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:11

Ini 9 Ulama AHWA Terpilih Muktamar ke-35 NU, Suara Mbah Yai Da Paling Tinggi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:46

Dikawal DPR, Tagihan Rp158 Miliar PT Pos Akhirnya Dibayar Kemensos

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:04

Kiai Rembang Cium 'Hidden Agenda' Penjegalan Caketum PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:56

Selengkapnya