Berita

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov/Net

Dunia

Bantah Memata-matai AS, Rusia: Justru Kami Tawarkan Kerjasama Keamanan Siber

SELASA, 15 DESEMBER 2020 | 08:12 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kremlin membantah tudingan Amerika soal hacker asal Rusia yang diduga mengintai lalu lintas email internal di Departemen Keuangan dan Perdagangan AS serta sejumlah departemen lain di negara itu.

Hal itu disampaikan langsung oleh juru bicara Kremlin Dmitry Peskov pada Senin (14/12) waktu setempat.

Ia menegaskan Rusia sama sekali tidak terkait dengan kejahatan siber yang menargetkan AS itu. Sebaliknya, Rusia mengajak AS bekerja sama.


“Sekali lagi, saya dapat menolak tuduhan ini dan sekali lagi saya ingin mengingatkan Anda, bahwa Presiden (Vladimir) Putin yang mengusulkan agar pihak Amerika setuju dan mengadakan perjanjian (dengan Rusia) tentang keamanan siber,” kata Peskov, seperti dikutip dari Reuters, Senin (14/12).

Ia menambahkan bahwa hingga saat ini Washington belum menanggapi tawaran tersebut.

“Jika telah terjadi serangan selama berbulan-bulan, dan Amerika tidak bisa berbuat apa-apa, mungkin tidak ada gunanya menyalahkan Rusia tanpa alasan. Kami tidak ada hubungannya dengan (hacker) itu,” lanjutnya.

Sebelumnya, beberapa sumber mengatakan kepada Reuters bahwa sejumlah peretas yang diyakini bekerja untuk Rusia telah melakukan peretasan kepada sejumlah Departemen di pemerintahan AS.

Satu orang yang mengetahui masalah tersebut mengatakan peretasan tersebut sangat serius sehingga menyebabkan pertemuan Dewan Keamanan Nasional di Gedung Putih akhir pekan lalu.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Memutus Urat Nadi Korupsi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:54

Festival Layanan AHU Berdampak 2026 Hadirkan Edukasi ke Masyarakat, Ini Lengkapnya

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:24

Gus Yusuf Legawa Sikapi Dinamika Muktamar ke-35 NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:49

Mendesak Para Kiai Sepuh Turun Tangan Meredam Suhu Panas Muktamar NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:33

Jalan Sehat jadi Cara Hanura Kalsel Konsolidasikan Pemilu 2029

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:15

Profil 9 Ulama AHWA Muktamar NU: Sosok Kharismatik Penentu Rais Aam PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:45

TikTok dan Tokped Digugat Class Action Rp1,2 Triliun

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:11

Ini 9 Ulama AHWA Terpilih Muktamar ke-35 NU, Suara Mbah Yai Da Paling Tinggi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:46

Dikawal DPR, Tagihan Rp158 Miliar PT Pos Akhirnya Dibayar Kemensos

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:04

Kiai Rembang Cium 'Hidden Agenda' Penjegalan Caketum PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:56

Selengkapnya