Berita

Cukur massal kader PDIP di DPC PDIP Surabaya/RMOLJatim

Politik

Rayakan Kemenangan Eri-Armudji, Ratusan Kader Dan Relawan PDIP Surabaya Gelar Cukur Massal

SENIN, 14 DESEMBER 2020 | 16:46 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Kantor DPC PDI Perjuangan Surabaya di Jalan Setail, sejak Senin pagi (14/12) ramai didatangi ratusan orang. Mereka bukan untuk melakukan unjuk rasa. Tapi merayakan kemenangan pasangan calon Eri Cahyadi-Armudji di Pilkada Kota Surabaya 2020.

Cara perayaan kemenangan mereka adalah dengan menggelar cukur massal. Tampak hadir calon Wakil Walikota Armudji dan Ketua DPC PDIP Surabaya, Adi Sutarwijono.

Menariknya, para relawan dan kader yang datang ke Kantor DPC dicukur oleh para penata rambut profesional.


Salah satunya adalah Hendy Salon. Mewakili para penata rambut, sang pemilik salon, Hendy Prayitno, mengaku senang bisa dilibatkan dalam acara cukur bersama untuk merayakan kemenangan Eri-Armudji.

Ini adalah bentuk apresiasi kepada para relawan yang telah bekerja keras memenangkan paslon yang diusung PDIP tersebut.

"Para relawan ini pantas mendapatkan apresiasi," kata Hendy Prayitno, dikutip Kantor Berita RMOLJatim.

"Relawan ini adalah luar biasa kerja keras tanpa lelah siang dan malam, sehingga menghasilkan suara terbanyak," sambungnya.

Pujian senada diucapkan Armudji yang mengapresiasi kontribusi relawan yang telah bekerja keras memenangkan dirinya dan Eri Cahyadi sebagai penerus Walikota Tri Rismaharini. Sehingga untuk mengisi kekosongan waktu sambil menunggu penetapan hasil pemungutan suara oleh KPU, maka dia mendatangi acara syukuran yang digelar relawannya.

"Kita diundang teman-teman yang mengadakan syukuran-syukuran, kan banyak sekali acara syukuran, termasuk cukur masal ini," kata Armudji.

Armudji menambahkan, kontribusi relawan dan masyarakat Surabaya diperlukan agar program pembangunan kota pahlawan bisa terus terjaga keberlanjutannya.

"Semua relawan itu warga Kota Surabaya. Kita sudah tidak membedakan 01 atau 02, karena mereka mempunyai satu kontribusi untuk membangun kota ini," pungkasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya