Berita

Menteri Luar Negeri Maroko Nasser Bourita /Net

Dunia

Menlu Nasser Bourita: Ini Bukan Normalisasi Karena Hubungan Maroko-Israel Sudah Sangat Normal Dan Baik

SENIN, 14 DESEMBER 2020 | 07:26 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kabar Maroko yang menormalisasi hubungannya dengan Israel mungkin menjadi berita yang  mengejutkan dalam beberapa hari ini. Namun, sebaliknya, Menteri Luar Negeri Maroko Nasser Bourita mengatakan bahwa jauh sebelum normalisasi diplomatik diumumkan, kedua negara sesungguhnya telah telah memiliki hubungan yang sangat baik, bahkan unik.

Bourita dalam sebuah wawancara bersama surat kabar Israel Yediot Ahronot yang diterbitkan Minggu (13/12), mengatakan “Hubungan Israel dengan Maroko istimewa dan tidak dapat dibandingkan dengan hubungan yang dimiliki Israel dengan negara Arab lainnya.”

Saat ini Maroko tidak membicarakannya sebagai 'normalisasi'.


“Karena hubungan sudah normal," kata Bourita seperti dikutip dari AFP, Minggu, (13/12).

“Kita sedang membicarakan (meresmikan kembali) hubungan antar negara dengan hubungan yang kita miliki, karena memang ada hubungan sepanjang waktu. Mereka tidak pernah berhenti,” tambahnya.

Maroko pada Kamis mengumumkan ‘dimulainya kembali hubungan’ dengan Israel, tak lama setelah Presiden AS Donald Trump men-tweet bahwa Rabat dan negara Yahudi telah menyetujui untuk menyepakati hubungan diplomatik penuh.

Pengumuman Maroko menjadikannya negara Arab keempat tahun ini yang mengungkap rencana untuk menormalisasi hubungan dengan Israel melalui kesepakatan yang ditengahi AS, menyusul Uni Emirat Arab, Bahrain dan Sudan.

Dalam wawancara tersebut, Bourita juga menyoroti hubungan abadi Maroko dengan Israel melalui komunitas Yahudi domestiknya dan sekitar 700 ribu orang Yahudi Israel keturunan Maroko.

“Maroko memiliki sejarah penting dengan komunitas Yahudi, sejarah yang istimewa di dunia Arab,” katanya kepada surat kabar itu.

Penasihat Keamanan Nasional AS Robert O'Brien, yang bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Yerusalem pada Minggu, menggemakan pandangan Bourita bahwa normalisasi dengan Maroko ‘istimewa’, mengingat jumlah orang Yahudi keturunan Maroko.

“Maroko akan mendapat keuntungan dari dukungan dari komunitas Yahudi Maroko,” kata O'Brien.

Palestina telah mengutuk pengumuman normalisasi tersebut, yang dikatakannya melanggar konsensus Liga Arab selama beberapa dekade yang menentang pengakuan Israel sampai menyetujui perdamaian yang mencakup pembentukan negara Palestina.

Sementara Raja Mohammed VI mengatakan meskipun telah menyepakati untuk menormalisasi hubungan dengan Israel, Maroko akan tetap menjadi pembela Palestina.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Memutus Urat Nadi Korupsi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:54

Festival Layanan AHU Berdampak 2026 Hadirkan Edukasi ke Masyarakat, Ini Lengkapnya

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:24

Gus Yusuf Legawa Sikapi Dinamika Muktamar ke-35 NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:49

Mendesak Para Kiai Sepuh Turun Tangan Meredam Suhu Panas Muktamar NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:33

Jalan Sehat jadi Cara Hanura Kalsel Konsolidasikan Pemilu 2029

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:15

Profil 9 Ulama AHWA Muktamar NU: Sosok Kharismatik Penentu Rais Aam PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:45

TikTok dan Tokped Digugat Class Action Rp1,2 Triliun

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:11

Ini 9 Ulama AHWA Terpilih Muktamar ke-35 NU, Suara Mbah Yai Da Paling Tinggi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:46

Dikawal DPR, Tagihan Rp158 Miliar PT Pos Akhirnya Dibayar Kemensos

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:04

Kiai Rembang Cium 'Hidden Agenda' Penjegalan Caketum PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:56

Selengkapnya