Berita

Vaksin Covid-19 saat mendarat di Bandara Soekarno Hatta/Repro

Kesehatan

Cegah Kartel, Haris Rusly Moti: Vaksin Covid-19 Harus Gratis Untuk Rakyat, Tanpa Terkecuali

SENIN, 14 DESEMBER 2020 | 04:14 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Pemerintah diharapkan bisa menggratiskan vaksin Covid-19 produksi Sinovac untuk masyarakat umum.

Hal tersebut disampaikan aktivis Haris Rusly Moti merespons sikap pemerintah yang hingga kini belum menentukan harga pasti vaksin Covid-19.

"Soal vaksin Covid yang aman dan gratis untuk seluruh rakyat Indonesia adalah tanggung jawab pemerintah," kata Haris Rusly di akun Twitternya, Minggu (13/12).


Menggratiskan vaksin tak hanya sekadar menghilangkan beban masyarakat terdampak Covid-19, melainkan juga untuk menghindari vaksinasi sebagai ladang bisnis oleh kartel dan pihak tak bertanggung jawab.

Vaksin tanpa tarif juga harus diberikan kepada masyarakat tanpa terkecuali can tanpa kriteria tertentu. Sebab keberadaan obat wabah merupakan tanggung jawab negara kepada rakyatnya.

"Sekali lagi, vaksin Covid-19 harus aman dan gratis untuk seluruh rakyat dengan kualitas yang sama, tanpa terkecuali," tandasnya.

Hingga saat ini, pemerintah belum menentukan besara tarif vaksin produksi Sinovac untuk masyarakat umum.

Jurubicara pemerintah yang juga menjabat sebagai Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmidzi menyampaikan, pemerintah saat ini baru menetapkan enam produsen vaksin.

Enam produsen itu ditetapkan dalam Keputusan Menteri Kesehatan 9860/2020. Adapun enam produsen vaksin yang dapat digunakan di Indonesia, yaitu vaksin produksi Bio Farma, AstraZeneca, Sinopharm, Moderna, Pfizer/BioNTech, dan Sinovac.

“Pemerintah belum menetapkan harga dari vaksin Covid-19 yang akan digunakan di Indonesia. Informasi yang beredar saat ini tidak dapat dijadikan rujukan dan kami himbau masyarakat untuk menunggu pengumuman resmi pemerintah terkait vaksin dan vaksinasi Covid-19," ujar Siti Nadia Tarmidzi dalam siaran persnya.

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

UPDATE

Prabowonomics dalam Desain APBN 2027

Kamis, 20 Agustus 2026 | 04:17

BRI KKB National Expo 2026 Hadir di 131 Lokasi dan Torehkan Rekor MURI

Kamis, 20 Agustus 2026 | 03:48

Sikap Amien Rais Makin Plinplan dan Mirip Sengkuni

Kamis, 20 Agustus 2026 | 03:14

PBB Dorong PT Timah Serap Hasil Timah Masyarakat Bangka Belitung

Kamis, 20 Agustus 2026 | 02:45

Truk Karnaval Kementerian PU Hadirkan Pesan Gotong Royong dan Kerja Nyata

Kamis, 20 Agustus 2026 | 02:16

Pernyataan Agus Burate soal 5 WN China di Tambang Emas Dibantah Keluarga

Kamis, 20 Agustus 2026 | 01:42

Jalan Harmoni, Potret Toleransi di Jantung George Town

Kamis, 20 Agustus 2026 | 01:37

Sindikat Meterai Palsu yang Bikin Negara Boncos Rp1 Triliun Dibongkar Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 01:21

Komisi V DPR Usul Kapal Penumpang dan Pengangkut Barang Dipisah

Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:59

Jampidsus Diminta Terbitkan Sprindik Baru Kasus Jiwasraya dan Asabri

Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:35

Selengkapnya