Berita

Kenaikan permukaan air laut merupakan ancaman bagi kedaulatan Indonesia di masa depan/Net

Dunia

Kenaikan Permukaan Air Laut, Ancaman Nyata Kedaulatan Indonesia

MINGGU, 13 DESEMBER 2020 | 23:47 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Masalah kenaikan permukaan air laut bukan hanya terkait dengan isu lingkungan, tapi juga isu kedaulatan wilayah. Hal itu juga berlaku bagi Indonesia.

Begitu kata Dutabesar RI untuk Jerman Arif Havas Oegroseno dalam dialog virtual Back Azimuth bertajuk "Deklarasi Djuanda Dan Kita" yang dilaksanakan pada Minggu malam (13/12).

"Ada ancaman baru yang kita masih belum aware, atau aware tapi tidak terlalu peduli, atau peduli tapi ya nanti saja deh, yaitu kenaikan permukaan air laut," ujar Havas.


Dia menyebut bahwa masalah kenaikan permukaan air laut sebenarnya sudah terjadi di sebagian wilayah Indonesia, seperti di utara pulau Jawa, termasuk di dekat wilayah Jepara.

"Sejauh ini, kenaikan permukaan air laut ini memang belum terjadi di tempat-tempat di Indonesia menempatkan tiitik dasar, kalau itu sampai terjadi, maka baseline kita bisa mundur, kalau mundur, maka kedaulatan kita bisa hilang," paparnya.

Dia menjelaskan lebih jauh bahwa secara umum memang permukaan air laut di seluruh dunia mengalami kenaikan. Penyebabnya selain karena faktor manusia, juga karena mencairnya es di Kutub Utara dan Kutub Selatan.

Meski begitu, bukan berarti isu kenaikan air laut ini bisa dipandang sebelah mata. Karena hal ini membawa serta ancaman akan masa depan kedaulatan Indonesia.

Secara spesifik dia menyebut bahwa Indonesia diakui secara internasional sebagai negara kepulauan terbesar di dunia. Namun, jika masalah kenaikan permukaan air laut tidak diperhatikan secara serius, maka bukan tidak mungkin Indonesia akan kehilangan sejumlah pulau dan mengganggu syarat yang dibutuhkan untuk menjadi negara kepulauan. 


"Di UNCLOS (Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut) ada rules yang spesifik mengatakan bahwa jika wilayah laut dan wilayah darat tidak menemui rasio satu banding satu sampai satu banding sembilan, maka negara itu tidak bisa menjadi negara kepulauan," ujarnya.

Dia mengambil contoh Jepang dan Inggris. Kedua negara itu sama-sama memiliki banyak pulau, namun tidak memenuhi rasio tersebut sehingga tidak bisa disebut sebagai negara kepulauan.

"Jika ada pulau-pulau di Indonesia yang hilang (akibat naiknya permukaan air laut) yang menjadi baseline kunci, katakanlah di wilayah terdepan Indonesia, kita bisa turun dan tidak lagi menjadi negara kepulauan, tapi negara pulau saja," sambungnya.

"Kalau sudah seperti ini, yang senang nanti adalah Singapura, Malaysia, Vietnam, karena kita jelas tidak bisa lagi klaim sebagai the largest archipelagic state in the world, tapi malah island state, just like Japan," tandasnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Main di Kandang PSIM, Persija Menang Telak 4-0

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 19:49

Cukai MBDK Mulai Dipungut Semester II/2027, Target Rp1,7 Triliun

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 19:30

DPR Ingatkan Bijak di Ruang Digital dan Cegah Perundungan Siber

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 18:51

Ekspor Emas Anjlok, Bea Cukai Ungkap Perusahaan Tahan Pengiriman

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 18:38

Usai Dilantik, Kapolda Metro Jaya Serap Aspirasi Insan Pers

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 17:49

Pertamina Perkuat Ekosistem MyPertamina di MotoGP Mandalika

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 17:30

Tegas dan Loyal, Demokrat: Tidak Ada Nama Selain Prabowo untuk Kontestasi 2029

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:36

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

YLBHI Minta Polresta Solo Hentikan Dugaan Kriminalisasi Kasus Perdata jadi Pidana

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 15:36

Pertamina Perkuat Pengelolaan Sampah Mandalika Lewat Dukungan untuk Bank Sampah Putri Nyale

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 15:09

Selengkapnya