Berita

Ungkapan duka untuk korban pembantaian Nanjing/CNA

Dunia

83 Tahun Pembantaian Nanjing, China: Tindakan Tidak Manusiawi Dalam Sejarah

MINGGU, 13 DESEMBER 2020 | 15:53 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

China mengenang sejarah pahit pembantaian Nanjing pada akhir pekan ini (Minggu, 13/12).

Meski sudah berlalu 83 tahun yang lalu, namun kenangan pahit dari pembantaian tersebut masih tersisa hingga saat ini.

Sejumlah orang berkumpul di situs pemakaman massal di kota Nanjing untuk mengenang para korban. Beberapa di antara mereka membawa serta bunga sebagai ungkapan duka atas mereka yang tewas dalam pembantaian tesebut.


Untuk diketahui, pembantaian Nanjing terjadi setelah Jepang menaklukan kota tersebut pada 13 Desember 1937. Nanjing pada masa itu diketahui merupakan ibukota China.

Sejak saat itu, selama enam minggu, pasukan Jepang pada saat itu memperkosa dan membunuh puluhan ribu orang, beberapa pihak bahkan menyebut bahwa jumlahnya mencapai ratusan ribu.

Seorang pejabat senior dari Partai Komunis China Chen Xi, seperti dikabarkan Channel News Asia mengatakan kepada kerumunan besar orang yang berkummpul di kota tersebut bahwa pembantaian tersebut. adalah tindakan tidak manusiawi dalam sejarah manusia.

Dia mengajak mereka yang berkumpul untuk mengingat kembali hari kekejaman itu, tujuannya adalah untuk menghormati perdamaian dan membuka babak baru masa depan.

Chen menambahkan, sejak sejarah kelam itu terjadi, dunia telah berubah, termasuk China. Kini, China berhasil menggantikan Jepang sebagai ekonomi terbesar kedua di dunia, semakin dekat untuk mencapai impian peremajaan nasional, sesuai dengan slogan Partai Komunis.

Chen juga menggunakan momen peringatan itu untuk melawan mereka yang melihat kebangkitan China sebagai ancaman. Dia mengatakan bahwa partai tersebut berkomitmen untuk kerja sama internasional dan pembangunan damai.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Main di Kandang PSIM, Persija Menang Telak 4-0

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 19:49

Cukai MBDK Mulai Dipungut Semester II/2027, Target Rp1,7 Triliun

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 19:30

DPR Ingatkan Bijak di Ruang Digital dan Cegah Perundungan Siber

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 18:51

Ekspor Emas Anjlok, Bea Cukai Ungkap Perusahaan Tahan Pengiriman

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 18:38

Usai Dilantik, Kapolda Metro Jaya Serap Aspirasi Insan Pers

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 17:49

Pertamina Perkuat Ekosistem MyPertamina di MotoGP Mandalika

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 17:30

Tegas dan Loyal, Demokrat: Tidak Ada Nama Selain Prabowo untuk Kontestasi 2029

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:36

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

YLBHI Minta Polresta Solo Hentikan Dugaan Kriminalisasi Kasus Perdata jadi Pidana

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 15:36

Pertamina Perkuat Pengelolaan Sampah Mandalika Lewat Dukungan untuk Bank Sampah Putri Nyale

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 15:09

Selengkapnya