Berita

Paus Fransiskus menegaskan kembali komitmen Vatikan untuk mengatasi masalah perubahan iklim/Reuters

Dunia

Komitmen Paus Fransiskus, Vatikan Nol Emisi Karbon Pada Tahun 2050

MINGGU, 13 DESEMBER 2020 | 14:06 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemimpin Gereja Katolik Roma Paus Fransiskus berkomiten bahwa Vatikan akan bisa mencapai target nol emisi karbon pada tahun 2025. Dia mendorong negara-negara di dunia untuk juga menerapkan komitmen serupa.

“Pandemi dan perubahan iklim saat ini, yang tidak hanya relevan secara lingkungan, tetapi juga secara etis, sosial, ekonomi dan politik, mempengaruhi, di atas segalanya, kehidupan yang paling miskin dan paling rapuh,” kata Paus Fransiskus dalam KTT Iklim PBB yang dilaksanakan secara virtual akhir pekan ini.

“Selain mengadopsi beberapa langkah yang tidak dapat ditunda lagi, diperlukan strategi untuk mengurangi emisi bersih menjadi nol,” sambungnya seperti dikabarkan Reuters.


Paus Fransiskus diketahui merupakan tokoh yang juga lantang menyuarakan soal pentingnya isu lingkungan dan perubahan iklim untuk mendapat perhatian sejak pemilihannya pada tahun 2013 lalu.

Dia juga menegaskan bahwa Vatikan berkomitmen untuk mengurangi emisi karbon hingga nol pada tahun 2050 mendatang serta mengintensifkan upaya pengelolaan lingkungan dan melanjutkan penggunaan sumber daya alam secara rasional seperti air dan menanam lebih banyak pohon.

Bukan hanya itu, salah satu bentuk nyata dari komitmen tersebut adalah Vatikan sudah memasang panel surya sejak tahun 2008 dan melarang penggunaan kantong plastik sekali pakai sejak tahun lalu.

Kini, Vatikan juga mendaur ulang 65 persen limbahnya dan bertujuan untuk mencapai 75 persen pada tahun 2023 mendatang.

Tidak sampai di situ, Vatikan pun kini sedang bersiap untuk mengganti semua mobil bermesin pembakarannya dengan kendaraan listrik atau hibrida.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

UPDATE

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

Pimpinan Baru OJK Perlu Perkuat Pengawasan Fintech Syariah

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:25

Barang Ilegal Lolos Lewat Blueray Cargo, Begini Alurnya

Jumat, 06 Februari 2026 | 02:59

Legitimasi Adies Kadir sebagai Hakim MK Tidak Bisa Diganggu Gugat

Jumat, 06 Februari 2026 | 02:36

Uang Dolar Hingga Emas Disita KPK dari OTT Pejabat Bea Cukai

Jumat, 06 Februari 2026 | 02:18

Pemda Harus Gencar Sosialisasi Beasiswa Otsus untuk Anak Muda Papua

Jumat, 06 Februari 2026 | 01:50

KPK Ultimatum Pemilik Blueray Cargo John Field Serahkan Diri

Jumat, 06 Februari 2026 | 01:28

Ini Faktor Pendorong Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV-2025

Jumat, 06 Februari 2026 | 01:08

KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Pejabat Bea Cukai, 1 Masih Buron

Jumat, 06 Februari 2026 | 00:45

Pengamat: Wibawa Negara Lahir dari Ketenangan Pemimpin

Jumat, 06 Februari 2026 | 00:24

Selengkapnya