Berita

Presiden Donald Trump/Net

Dunia

Rusia: Pengakuan Trump Tentang Sahara Barat Bisa Merusak Upaya Internasional

SABTU, 12 DESEMBER 2020 | 13:45 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kementerian luar negeri Rusia menegaskan bahwa keputusan AS untuk mengakui kedaulatan Maroko atas Sahara Barat dapat merusak upaya internasional di wilayah tersebut.

Wakil Menteri Luar Negeri Mikhail Bogdanov mengatakan pada hari Jumat (11/12) bahwa kesepakatan itu merupakan 'pelanggaran hukum internasional'.

Menurutnya, PBB telah memiliki tujuan mengadakan referendum di Sahara Barat. Langkah Presiden Donald Trump adalah keputusan sepihak yang bukan saja melanggar hukum internasional tetapi juga mengganggu keputusan resolusi Dewan Keamanan PBB yang dipilih oleh orang Amerika sendiri.


Trump mengumumkan pada hari Kamis (10/12) bahwa pemerintahannya akan mengakui Sahara Barat sebagai bagian dari Maroko, dengan imbalan negara tersebut membuka hubungan dengan Israel.

Langkah tersebut ditolak oleh berbagai organisasi internasional, terutama PBB, AU, UE, selain negara-negara yang menyuarakan ketidaksepakatan dengan sikap Trump.

Wilayah yang disengketakan ini pernah mengalami perang saudara berdarah antara pemerintah Maroko dan nasionalis Sahrawi, dengan ribuan tewas dalam pertempuran antara 1975 dan 1979.

Sahara Barat merupakan bagian dari Maroko sejak negara itu berdiri pada abad ke-9. Pada 1920 Prancis menjadi protektorat Maroko dan menyerahkan Sahara Barat kepada Spanyol di tahun yang sama. Namun, tahun 1974, Spanyol juga memutuskan angkat kaki dari Sahara Barat menyusul krisis dalam negeri.

Sepeninggalan Spanyol, Sahara Barat dikuasai oleh gerakan Polisario yang memulai upaya memisahkan wilayah itu dari Maroko. Maroko yang memiliki hak atas wilayah itu sebelum diduduki Prancis dan Spayol berusaha mempersatukan kembali wilayah-wilayah miliknya yang sempat dikuasai kolonia.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Memutus Urat Nadi Korupsi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:54

Festival Layanan AHU Berdampak 2026 Hadirkan Edukasi ke Masyarakat, Ini Lengkapnya

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:24

Gus Yusuf Legawa Sikapi Dinamika Muktamar ke-35 NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:49

Mendesak Para Kiai Sepuh Turun Tangan Meredam Suhu Panas Muktamar NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:33

Jalan Sehat jadi Cara Hanura Kalsel Konsolidasikan Pemilu 2029

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:15

Profil 9 Ulama AHWA Muktamar NU: Sosok Kharismatik Penentu Rais Aam PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:45

TikTok dan Tokped Digugat Class Action Rp1,2 Triliun

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:11

Ini 9 Ulama AHWA Terpilih Muktamar ke-35 NU, Suara Mbah Yai Da Paling Tinggi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:46

Dikawal DPR, Tagihan Rp158 Miliar PT Pos Akhirnya Dibayar Kemensos

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:04

Kiai Rembang Cium 'Hidden Agenda' Penjegalan Caketum PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:56

Selengkapnya