Berita

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan/Net

Dunia

Isi Puisi Yang Dibacakan Erdogan Di Azerbaijan Bikin Iran Kebakaran Jenggot

SABTU, 12 DESEMBER 2020 | 12:49 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Puisi yang dibacakan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di acara perayaan kemenangan Azerbaijan membuat Iran kebakaran jenggot. Isinya dianggap mencampuri urusan teritorial Teheran. Buntutnya, duta besar Turki dipanggil oleh Kementerian Dalam Negeri Iran.

Selama perayaan, Erdogan sempat membacakan puisi Azeri-Iran tentang pembagian wilayah Azerbaijan antara Rusia dan Iran pada abad ke-19. Teheran khawatir isi puisi Erdogan dapat memicu gerakan separatis di antara kelompok minoritas Azeri Iran.

“Duta Besar Turki diberi tahu bahwa era klaim teritorial dan kerajaan ekspansionis telah berakhir,” kata Kementerian Luar Negeri Iran di situs resminya, seperti dikutip dari Al-Jazeera, Jumat (11/12).


“Iran tidak mengizinkan siapa pun untuk mencampuri integritas teritorialnya,” lanjut pernyataan tersebut.

Protes juga datang dari Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif di akun Twitter pribadinya.

“Presiden Erdogan tidak diberitahu bahwa apa yang dia ucapkan dengan buruk di Baku mengacu pada pemisahan paksa wilayah dari Ibu Pertiwi Iran,” cuitnya.

“Tak seorangpun dapat berbicara tentang Azerbaijan tercinta kami,” kata Zarif, merujuk pada wilayah barat laut Iran tempat banyak etnis Azeri tinggal.

Iran merayakan parade militer pada Kamis (10/12) menandai kemenangan yang dinyatakan negara itu atas Armenia. Lebih dari 3.000 personel militer dan sekitar 150 perangkat keras militer,  termasuk beberapa peralatan militer yang direbut dari pasukan etnis Armenia selama perang, menjadi bagian dari prosesi perayaan.

Erdogan hadir di Baku bersama istri dan didampingi oleh sejumlah pejabat Turki.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Memutus Urat Nadi Korupsi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:54

Festival Layanan AHU Berdampak 2026 Hadirkan Edukasi ke Masyarakat, Ini Lengkapnya

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:24

Gus Yusuf Legawa Sikapi Dinamika Muktamar ke-35 NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:49

Mendesak Para Kiai Sepuh Turun Tangan Meredam Suhu Panas Muktamar NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:33

Jalan Sehat jadi Cara Hanura Kalsel Konsolidasikan Pemilu 2029

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:15

Profil 9 Ulama AHWA Muktamar NU: Sosok Kharismatik Penentu Rais Aam PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:45

TikTok dan Tokped Digugat Class Action Rp1,2 Triliun

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:11

Ini 9 Ulama AHWA Terpilih Muktamar ke-35 NU, Suara Mbah Yai Da Paling Tinggi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:46

Dikawal DPR, Tagihan Rp158 Miliar PT Pos Akhirnya Dibayar Kemensos

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:04

Kiai Rembang Cium 'Hidden Agenda' Penjegalan Caketum PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:56

Selengkapnya