Berita

Andrei Angouw/Net

Nusantara

Unggul Pilkada Manado, Andrei Angouw Diingatkan Jangan Bikin Malu Khonghucu

SABTU, 12 DESEMBER 2020 | 10:08 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Berdasarkan hasil hitungan cepat, Andrei Angouw yang berpasangan dengan Richard Sualang memenangkan Pilkada Kota Manado 2020 (36,41 persen). Andrei Angouw bakal mencatat sejarah baru yaitu menjadi walikota pertama beragama Konghucu di Indonesia.

"Mendengar ko Andrei Angouw telah memenangkan kompetisi pemilihan walikota Manado, sebagai sesama 'daoqin' alias saudara seagama Khonghucu hati saya bergembira sekali dan ikut bangga," kata Founder Generasi Muda Khonghucu Indonesia (Gemaku) Kristan menanggapi keunggulan Andrei-Richard, Sabtu (12/12).

Menurut Kristan, sebagai aktivis perdamaian dan lintas agama dia juga merasa begitu cinta Manado karena betul-betul Pancasilais, dimana mereka betul-betul dewasa dalam berpolitik.


"Mereka tidak peduli seorang pemimpin berlatar belakang apapun selama mereka anggap baik, maka mereka akan memilihnya sebagai pemimpin mereka. Selamat untuk Manado yang begitu Indonesia secara integritas untuk pencapaian ini," kata dia.

Kristan pun mengutip tulisan Dahlan Iskan yang menulis oponi dengan judul Ujian Khonghucu, Sabtu pagi. Di akhir tulisannya, Dahlan menyatakan, "Banyak pejabat yang mempermalukan agama dan partainya. Agama apa saja. Partai mana saja. Kecuali agama Khonghucu, karena baru kali ini orang Khonghucu mendapat ujian berat: menjadi pejabat publik".

"Pendapat Abah Dahlan sangat tepat, bahkan tidak lama lagi sahabat saya yang seperti Semar; Jaya Suprana bukan tidak mungkin akan memberikan rekor MURI untuk ko Andrei," ujar Kristan.

Sebagai rohaniwan Khonghucu dan ketum Gemaku, Kristan sekali lagi ingin mengucapkan selamat kepada Andrei Angouw atas semua pencapaiannya yang telah ikut membawa nama baik Khonghucu.

"Namun jika ko Andrei Angouw tidak amanah dan bahkan sebagai pejabat justru melakukan korupsi seperti hobi yang lagi trend dilakukan oleh banyak pejabat belakangan ini, maka Gemaku akan terdepan menuntut ko Andrei untuk segera mempertanggung jawabkan sebaik-baiknya, jangan sampai seperti kata Dahlan dimana ko Andrei justru tidak lulus ujian dan malah mempermalukan Khonghucu," tuturnya.

Sedikit saran untuk Andrei, lanjut Kristan, orang Khonghucu selalu memegang prinsip "apa yang diri sendiri tiada inginkan jangan pernah diberikan kepada orang lain".

"Jadilah pemimpin yang seperti Bintang Utara, menjadi contoh teladan baik bagi bintang-bintang di sekelilingnya. Pemimpin itu ibarat kapal sementara rakyat ibarat air, air bisa membawa kapal berlayar namun juga bisa menenggelamkan kapal. Hakikat memimpin itu memberi teladan, jika pemimpinnya lurus maka siapa yang berani berbuat tidak lurus," ucapnya.

"Sebagai pemimpin saya secara pribadi tetaplah bersahaja dan 'chengli', apalagi saya dengar ko Andrei juga cukup kaya dengan harta hampir Rp 300 miliar, tentunya dengan keadaan ini korupsi harusnya menjadi barang yang tidak menarik bagi koko," sambung Kristan.

Terakhir, Kristan juga menyampaikan, ada lagi sedikit wejangan dari 'nabi' kita Kongzi, orang yang sudah memiliki kerbau maka tidak layak lagi meributkan seekor kambing, orang yang sudah memiliki kambing maka tidak layak lagi meributkan seekor ayam.

"Luruslah terus seperti Guan Gong memimpin Jingzou, adillah seperti Raja Yao dan Sun memimpin Tiong Goan. Jadilah politisi yang berkebajikan sehingga mampu mewujudkan masyarakat 'Kebersamaan Agung' yang menjadi cita-cita kaum Khonghucu; merawat janda, yatim, balu dan yang sebatangkara, memberikan pendidikan yang baik tanpa memberatkan, membimbing bukan menyeret. Semoga langit dan bumi senantiasa memberkahi ko Andrei Angouw dalam memimpin Manado," imbuhnya.

Jika Andrei tidak amanah, maka Gemaku akan tetap menjadi garda penyeimbang untuk menjadi yang pertama menggugat Andrei. Jangan sampai euforia selamat dari teman-teman Khonghucu justru menjadi euforia membuat malu teman-teman Khonghucu.

"Sekali lagi kita ini Khonghucu Indonesia dimana doktrin ajaran Khonghucu sangat jelas. Dimana kita tinggal dan lahir di situlah kita wajib mengabdi. Kita tidak ada urusan dengan negara lain. Karena kita Khonghucu Indonesia dan Indonesia Khonghucu. Shanzai!" tutup Kristan.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

DPR Dorong Pemerataan APBN Demi Daerah 3T Tidak Tertinggal

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 03:50

Utut Adianto Ngarep PDIP Tidak Ditinggalkan dalam RUU Pemilu

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 03:20

Dasco Pastikan Tak Akan Tinggalkan Fraksi PDIP di RUU Pemilu

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 02:50

Pidato Prabowo Bukti Pemerintah Berada di Jalur yang Benar

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 02:23

Purbaya: Pajak Karbon Motor BBM Masih Dikaji, Belum Final

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 01:57

Prabowo Pilih Guyur Insentif Motor Listrik Ketimbang Perbesar Subsidi BBM

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 01:45

Perkuat Pasar Muslim Jelang Libur Akhir Tahun, Taiwan Bidik Wisatawan RI

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 01:14

RUU Daerah Kepulauan jadi Kado Puluhan Juta Masyarakat

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:59

Pidato Kenegaraan Prabowo Tunjukkan Kejelasan Arah Pemerintah

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:31

Status Tim Penyelesaian Sengketa Internal PPP Dinilai Cacat Hukum

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:07

Selengkapnya