Berita

Rumah-rumah hancur di Tiray/Net

Dunia

Konflik Tigray, Banyak Nyawa Hilang Termasuk Empat Pekerja Kemanusiaan

SABTU, 12 DESEMBER 2020 | 08:44 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Empat petugas kemanusiaan telah menjadi korban konflik yang tengah berkecamuk antara kelompok separatis dan pemerintah di wilayah Tigray Ethiopia sejak awal November lalu.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat (11/12), Dewan Pengungsi Denmark (DRC) mengkonfirmasi kematian rekannya di Tigray bulan lalu.

"Sayangnya, karena kurangnya komunikasi dan ketidakamanan yang sedang berlangsung di wilayah itu, hal itu belum memungkinkan untuk menjangkau keluarga mereka," katanya, seperti dikutip dari BBC, Jumat (11/12).


Dewan Pengungsi Denmark (DRC) dengan sangat sedih melaporkan kematian tiga penjaga keamanan, sementara Komite Penyelamatan Internasional (IRC) mengkonfirmasi pembunuhan terhadap satu anggota stafnya di Kamp Pengungsi Hitsats di Shire, Ethiopia.

"Kami menyerukan kepada semua pihak dalam konflik untuk menyetujui gencatan senjata segera dan memastikan warga sipil, termasuk pengungsi dan pekerja bantuan, dilindungi dan dapat terus mengakses dan memberikan layanan penyelamatan nyawa," kata IRC.

Pihak berwenang Ethiopia belum memberikan komentar apa pun terkait kematian para pekerja kemanusiaan di wilayah tersebut.

Kekerasan semakin tak terkendali sejak pemerintah Ethiopia melancarkan 'operasi penegakan hukum' pada 4 November terhadap Front Pembebasan Rakyat Tigray (TPLF) yang pasukannya menyerbu sebuah kamp militer, menjarah perangkat keras militer dan membunuh para tentara.

Konflik tersebut menyebabkan hingga 50 ribu orang pengungsi Ethiopia menyeberang ke Sudan timur, dengan beberapa melaporkan harus menghindari kelompok bersenjata untuk mencapai tempat penampungan, menurut Badan Pengungsi PBB.

Pada Rabu, Michelle Bachelet, Komisioner Tinggi Hak Asasi Manusia PBB mengatakan situasi di Ethiopia sangat mengkhawatirkan, tidak stabil, dan menyedihkan.

Pekan lalu, pemerintah Ethiopia mengatakan telah menandatangani kesepakatan akses kemanusiaan dengan PBB untuk mengoordinasikan pasokan penting Tigray.

Perdana Menteri Abiy Ahmed mengumumkan berakhirnya operasi militer di wilayah itu pada 28 November lalu setelah jatuhnya ibu kota wilayah itu, Mekelle.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Memutus Urat Nadi Korupsi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:54

Festival Layanan AHU Berdampak 2026 Hadirkan Edukasi ke Masyarakat, Ini Lengkapnya

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:24

Gus Yusuf Legawa Sikapi Dinamika Muktamar ke-35 NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:49

Mendesak Para Kiai Sepuh Turun Tangan Meredam Suhu Panas Muktamar NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:33

Jalan Sehat jadi Cara Hanura Kalsel Konsolidasikan Pemilu 2029

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:15

Profil 9 Ulama AHWA Muktamar NU: Sosok Kharismatik Penentu Rais Aam PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:45

TikTok dan Tokped Digugat Class Action Rp1,2 Triliun

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:11

Ini 9 Ulama AHWA Terpilih Muktamar ke-35 NU, Suara Mbah Yai Da Paling Tinggi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:46

Dikawal DPR, Tagihan Rp158 Miliar PT Pos Akhirnya Dibayar Kemensos

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:04

Kiai Rembang Cium 'Hidden Agenda' Penjegalan Caketum PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:56

Selengkapnya