Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Serukan Dialog, Menlu China: Banyak Yang Bisa Dikerjasamakan Dengan AS, Dari Pandemi Sampai Kontra-Terorisme

SABTU, 12 DESEMBER 2020 | 08:11 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

RMOL. Jelang pergantian kepemimpinan di Amerika Serikat, China semakin gencar menyerukan dimulainya kembali dialog dan kerja sama antara kedua negara. Terbaru, pernyataan itu datang dari Menteri Luar Negeri Wang Yi.

Dalam pidato terbarunya dia menekankan bahwa China dan AS perlu membangun kembali kerangka kerja strategis untuk perkembangan hubungan bilateral yang sehat dan stabil.

Menurutnya, hubungan China-AS telah mencapai titik sejarah baru, sehingga penting bagi kedua negara untuk belajar dari surutnya hubungan bilateral dalam beberapa tahun terakhir.


“China siap untuk membuka dialog dengan AS dengan pijakan yang sama di semua tingkatan dan di semua bidang, untuk kerja sama yang jujur, mendalam dan konstruktif. Kami berjuang untuk saling mencari kesamaan dan dengan hati-hati mengelola perbedaan," kata Wang, seperti dikutip dari Global Times, Jumat (11/12).

Wang mengatakan, kerja sama bilateral bisa dimulai dalam upaya mengatasi pandemi. Ia mengatakan kedua negara juga memiliki tanggung jawab untuk memperkuat komunikasi pada isu-isu besar lainnya seperti ekonomi global, perubahan iklim, kontra-terorisme dan isu-isu dunia maya, guna mendorong perdamaian global, stabilitas dan pemulihan ekonomi.

Wang mencatat bahwa AS seharusnya tidak menganggap China sebagai ancaman, tetapi memandang perkembangan negara itu dengan sikap positif dan konstruktif.

“Kami selalu percaya bahwa selama kita menjaga sikap objektif dan rasional, meningkatkan saling pengertian dan mengintegrasikan kepentingan, kita akan dapat menemukan cara bagi negara-negara dengan sistem sosial dan latar belakang budaya yang berbeda untuk hidup berdampingan secara damai di planet ini,” ungkapnya.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Memutus Urat Nadi Korupsi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:54

Festival Layanan AHU Berdampak 2026 Hadirkan Edukasi ke Masyarakat, Ini Lengkapnya

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:24

Gus Yusuf Legawa Sikapi Dinamika Muktamar ke-35 NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:49

Mendesak Para Kiai Sepuh Turun Tangan Meredam Suhu Panas Muktamar NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:33

Jalan Sehat jadi Cara Hanura Kalsel Konsolidasikan Pemilu 2029

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:15

Profil 9 Ulama AHWA Muktamar NU: Sosok Kharismatik Penentu Rais Aam PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:45

TikTok dan Tokped Digugat Class Action Rp1,2 Triliun

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:11

Ini 9 Ulama AHWA Terpilih Muktamar ke-35 NU, Suara Mbah Yai Da Paling Tinggi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:46

Dikawal DPR, Tagihan Rp158 Miliar PT Pos Akhirnya Dibayar Kemensos

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:04

Kiai Rembang Cium 'Hidden Agenda' Penjegalan Caketum PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:56

Selengkapnya