Berita

Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni/Net

Politik

Pimpinan Komisi III: Tidak Ada Yang Salah Seseorang Ditangkap Bila Kerap Mangkir

JUMAT, 11 DESEMBER 2020 | 13:24 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Shihab diminta untuk taat mengikuti mekanisme hukum yang ada dalam kasusnya.

Permintaan itu disampaikan Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni seiring penetapan tersangka Rizieq Shihab dalam kasus kerumunan massa di Petamburan beberapa waktu lalu.

“Ini kan mekanisme hukum. Rizieq Shihab sudah beberapa dimintai datang dan memberi keterangan sejak status sebagai saksi, namun sayangnya tidak kooperatif,” ujarnya Sahroni kepada wartawan di Jakarta, Jumat (11/12).

Politisi Partai Nasdem ini mengatakan, setiap warganegara Indonesia harus dapat menaati hukum yang berlaku. Aparat keamanan juga diminta tak perlu takut menangkap Habib Rizieq jika yang bersangkutan benar dianggap bersalah.

Sehingga, sambung Sahroni, tidak ada kesan pandang bulu dalam proses hukum.

“Mekanisme hukum harus ditaati setiap warga negara tanpa kecuali. Menteri saja bisa ditangkap di tempat, jadi tidak ada yang salah bila seseorang ditangkap bila beberapa kali dipanggil namun tidak datang,” tandasnya.

Populer

PDIP: Daripada Beli Peternakan Di Belgia, Erick Thohir Sebaiknya Kelola BPTUHPT Padang Mengatas

Senin, 19 April 2021 | 14:47

Polisi Korea Selatan Tangkap Alumni ITB, Tersangkut Kasus Transaksi Elektronik

Senin, 19 April 2021 | 19:19

Rocky Gerung: Bocoran Bambang Brodjonegoro Menunjukkan Presiden Memang Cuma Petugas Partai

Selasa, 13 April 2021 | 12:50

Natalius Pigai: Sejak Dilantik Jubir Presiden, Baru Kali Ini Komentar Fadjroel Terbaik

Senin, 19 April 2021 | 00:38

Erdogan Marah Dijuluki Diktator, Turki Langsung Bekukan Pembelian Helikopter Dari Italia

Senin, 12 April 2021 | 08:45

Pilih Jalur PTUN Terkait Demokrat, Moeldoko Diprediksi Akan Temui Jalan Buntu

Sabtu, 17 April 2021 | 19:42

Soal Perkara Habib Rizieq, Untung Pandemi, Kalau Tidak Masyarakat Sudah Tumpah Karena Marah

Sabtu, 17 April 2021 | 22:14

UPDATE

Turki Bersedia Bersahabat Dengan Mesir, Tapi Tetap Tak Terima Ikhwanul Muslimin Dicap Kelompok Teroris

Kamis, 22 April 2021 | 06:29

Putin: Siapa Pun Yang Memprovokasi Rusia Dan Melewati Garis Merah, Dia Akan Menyesal

Kamis, 22 April 2021 | 06:12

Polemik Vaksin Nusantara, Melki Laka Lena: Komunikasi Peneliti Dan BPOM Enggak Jalan

Kamis, 22 April 2021 | 06:01

Pesimistis Rizal Ramli, Cita-cita Indonesia Bebas Krisis Mustahil Karena Menteri Keuangan Terbalik

Kamis, 22 April 2021 | 05:41

Dibanding Menteri Lain, Airlangga Paling Loyal Kepada Presiden Jokowi

Kamis, 22 April 2021 | 05:15

Dahlan Iskan: Bapaknya Vaksin Nusantara Itu AS, Ibunya Indonesia

Kamis, 22 April 2021 | 04:43

Tumbuh 20 Persen

Kamis, 22 April 2021 | 04:30

Adhie Massardi: Erick Thohir Cukup Bersihkan Orang-orang Islamophobia Di BUMN Sebagai Kado Lebaran Terindah

Kamis, 22 April 2021 | 04:08

Ada Skenario Untuk Memecah Umat Islam Di Balik Tingkah Jozeph Paul Zhang

Kamis, 22 April 2021 | 03:26

Dugaan Korupsi Dana Ponpes, Kejati Diminta Fokus Periksa Pejabat Biro Kesra Dan Presidium FSPP

Kamis, 22 April 2021 | 02:35

Selengkapnya