Berita

Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Airlangga Hartarto/Repro

Nusantara

Airlangga Hartarto: Kehadiran Vaksin Membangun Rasa Aman Dan Percaya Diri Bangsa

SENIN, 07 DESEMBER 2020 | 21:22 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Sebanyak 1,2 juta Vaksin Covid-19 yang telah tiba di Tanah Air diyakini pemerintah bisa membangun rasa aman dan percaya diri masyarakat untuk melawan pandemi.

Begitulah yang diungkapkan Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Airlangga Hartarto, dalam jumpa pers virtual yang disiarkan kanal Youtube KPCPEN, Senin (7/12).

"Pelaksanaan vaksinasi akan membangun rasa aman dan kepercayaan diri kita sebagai bangsa dalam melakukan berbagai aktivitas sosial ekonomi kita," ujar Airlangga.


Bahkan menurutnya, vaksin yang akan disuntikkan pada awal tahun besok itu akan mampu mendukung ketahanan kesehatan masyarakat dari infeksi Covid-19, dan menjaga serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Walau begitu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian ini mengatakan vaksin yang sudah datang dan berada di Indonesia tersebut masih harus melalui tahapan evaluasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk memastikan aspek mutu, keamanan dan efektivitasnya. 

"Selain itu juga menunggu fatwa MUI untuk aspek kehalalannya. Kedatangan dan ketersediaan vaksin ini dilaksanakan secara bertahap, begitu pula pelaksanaan vaksinasi dilakukan secara bertahap," tuturnya.

Nantinya, proses vaksinasi akan diberikan terlebih dahulu kepada kelompok prioritas. Yaitu, untuk tenaga kesehatan dan petugas layanan publik, yang telah diatur secara teknis oleh Menteri kesehatan.

Di samping itu, pemerintah kini juga tengah mempersipakan detil aturan mengenai skema pelaksanaan vaksinasi yang akan disediakan gratis dan vaksin mandiri atau berbayar untuk masyarakat.

“Aturan rinci untuk kedua skema tersebut akan segera diterbitkan dalam satu sampai dua minggu kedepan. Untuk itu kami berharap masyarakat terus meningkatkan kedisplinan dalam penerapan protokol kesehatan melalui 3M dan 3T," demikian Airlangga Hartarto.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Perang di Meja Runding

Kamis, 09 April 2026 | 06:16

Kecanggihan Alat Perang AS-Israel Bisa Dikalahkan

Kamis, 09 April 2026 | 06:04

Polisi di Jateng Dilaporkan Usai Rekam Polwan Mandi

Kamis, 09 April 2026 | 05:36

Tatanan Baru Dunia di Bawah Naungan Syariah Islam dan Khilafah

Kamis, 09 April 2026 | 05:26

Pemuda di Solo Tanam Ganja di Rumah

Kamis, 09 April 2026 | 05:10

Polda Sumsel Pamerkan 1.715 Unit Motor Hasil Curian

Kamis, 09 April 2026 | 04:20

Bandung Masuk 5 Besar Destinasi Wisata Terpopuler di Asia

Kamis, 09 April 2026 | 04:16

Pemprov Jateng Gratiskan Bea Balik Nama Kendaraan Bekas

Kamis, 09 April 2026 | 04:01

Mental Baja di Ujung Kiamat, Iran Tetap Berkata ‘Tidak’

Kamis, 09 April 2026 | 03:30

Jusuf Kalla Tersinggung Berat Omongan Rismon

Kamis, 09 April 2026 | 03:28

Selengkapnya