Berita

Normalisasi hubungan Israel dengan Bahrain yang dimediasi oleh Amerika Serikat/Net

Dunia

Bahrain Ogah Buka Keran Impor Dari Wilayah Pendudukan Israel

MINGGU, 06 DESEMBER 2020 | 13:58 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Bahrain merupakan salah satu negara Arab yang ikut menormalisasi hubungan dengan Israel tahun ini. Meski begitu, bukan berarti Bahrain menerima begitu saja apa yang terjadi di Israel, terutama yang berkenaan dengan Palestina.

Kantor berita Bahrain, BNA pada Minggu (6/12) menekankan bahwa Bahrain tidak akan membuka impor barang-barang dari wilayah pendudukan Israel di Palestina.

Hal ini meluruskan pernyataan yang sebelumnya dibuat oleh Menteri Perindustrian, Perdagangan, dan Pariwisata Bahrain Zayed bin Rashid al-Zayani. Baru-baru ini dia menyatakan bahwa negaranya tidak akan membuat perbedaan antara produk yang diproduksi di Israel atau di Tepi Barat dan Dataran Tinggi Golan yang diduduki.


"Pernyataan menteri disalahartikan dan bahwa kementerian berkomitmen pada sikap teguh pemerintah Bahrain mengenai kepatuhan terhadap resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa," kata BNA, mengutip sumber resmi dari kementerian industri, perdagangan dan pariwisata.

Hal senada juga diungkapkan oleh Menteri Luar Negeri Palestina Riyad al-Maliki. Dia mengatakan bahwa mitranya dari Bahrain, Abdullatif Al-Zayani, juga membantah komentar menteri industri tersebut dalam panggilan telepon.

"Komentar yang dituduhkan sangat bertentangan dengan posisi pendukung negaranya (Bahrain) dalam perjuangan Palestina," kata sebuah pernyataan dari kantor Maliki, seperti dikabarkan Reuters.

Diketahui bahwa Bahrain dan Uni Emirat Arab meresmikan hubungan dengan Israel pada 15 September, dalam kesepakatan yang disponsori oleh Amerika Serikat.

Sejak saat itu, Israel mulai membuka hubungan dengan negara. Arab dalam sejumlah sektor, termasuk impor barang.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

UPDATE

Bandit Keuangan Terorganisir

Minggu, 20 September 2026 | 00:02

Perjuangkan Hak Retaker, Willy Aditya: Republik Berdiri dari Tangan Dokter

Sabtu, 19 September 2026 | 23:58

Kemenkeu Tahan SAL Rp200 Triliun di Bank Hingga Juli 2027

Sabtu, 19 September 2026 | 23:32

KSAD Siapkan Helikopter Mi-35M Buatan Rusia untuk Misi Kemanusiaan di Papua

Sabtu, 19 September 2026 | 23:21

Disorot Publik, Nusron Wahid Ternyata Sudah Mundur dari Pengurus Golkar

Sabtu, 19 September 2026 | 22:47

Sektor Pariwisata RI Stagnan, Indonesia Kalah Cepat dari Vietnam

Sabtu, 19 September 2026 | 22:34

Kopasgat dan Satgas Habema Tangkap Pentolan OPM Abdon Kisamdu

Sabtu, 19 September 2026 | 21:56

PP IPA Dukung Prabowo Gratiskan Biaya Pendidikan SD hingga Universitas Negeri

Sabtu, 19 September 2026 | 21:37

Selebgram Jule Tak Jadi Tersangka Meski Konsumsi Etomidate, Ini Penjelasan Polisi

Sabtu, 19 September 2026 | 21:31

Bongkar Praktik Shadow Economy WNA di Bali, Hotel Lokal Terancam Kalah Saing

Sabtu, 19 September 2026 | 20:31

Selengkapnya