Berita

Jurubicara Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito/Istimewa

Kesehatan

Belajar Dari Sejumlah Negara Yang Melonjak Pasca Pemilu, Satgas Covid-19 Berikan 4 Poin Penting

KAMIS, 03 DESEMBER 2020 | 23:12 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Sejumlah negara yang menyelenggarakan Pemilihan Umum (Pemilu) di tengah pandemi Covid-19 mengalami lonjakan kasus positif baru pasca penyelenggaraan.

Jurubicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan, data dari Our World in Data dan penelitian oleh Council of Foreign Relation pada September 2020.

Hasil penelitian tersebut memaparkan beberapa negara yang menyelenggarakan pemilu tidak menunjukkan dampak yang signifikan terhadap kenaikan kasus positif Covid-19.


Diantaranya Kroasia, Republik Dominika, Malawi, Maladonia Utara, Korea Selatan serta Trinidad dan Tobago di wilayah kepulauan Karibia.

Namun disisi yang lain, beberapa negara seperti Belarus, Polandia, Serbia dan Singapura menunjukkan tren peningkatan kasus setelah pemilu.

"Penyebab yang menjadi faktor lain seperti terjadinya demonstrasi lanjutan paska pemilu di Belarus, adanya pelonggaran aktivitas sosial ekonomi di Singapura, serta ditemukan kasus yang tidak dilaporkan di Serbia setelah pemilu," ujar Wiku dalam jumpa pers virtual yang disiarkan kanal Youtube Sekretariat Presiden, Kamis (3/12).

Karena itu, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 memberikan 4 poin penting yang harus dilakukan seluruh pihak yang terlibat di Pilkada, agar potensi penularan bisa ditekan semaksimal mungkin.

Jurubicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito membeberkan 4 poin penting tersebut. Di mana yang pertama, masyarakat diminta selalu mematuhi protokol kesehatan selama gelaran pilkada 2020 berlangsung.

"Gelaran pilkada dapat berlangsung aman apabila semua pihak disiplin protokol kesehatan serta mengikuti aturan yang ditetapkan KPU," terangnya.


Kemudian, poin kedua dari Satgas Penanganan Covid-19 adalah himbauan kepada para pasangan calon (paslon) untuk tidak membuat kerumunan massa, yang kemungkinan akan berlangsung pada sisa masa kampanye 2 hari ke depan.

"Bersikaplah dengan penuh tanggungjawab dan jangan melakukan kegiatan kampanye yang memicu kerumunan," tegas Wiku.

Untuk poin ketiga, Ketua Tim Pakar Satgas Penanganan Covid-19 ini meminta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk menindak tegas orang-orang yang melanggar protokol kesehatan.

"Bawaslu diminta berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 daerah untuk segera membubarkan kegiatan kampanye yang menimbulkan kerumunan.," ungkapnya.

Adapun poin keempat, masyarakat pemilih diharap bisa memilih pemimpin yang bisa menangani pandemi Covid-19. Karena, pemimpin yang terpilih nantinya akan berperan membawa masing-masing daerahnya bangkit dari Covid-19.

"Saya berharap masyarakat dapat menggunakan hak pilihnya memiliki pemimpin yang bertanggung jawab dan memiliki kapasitas serta komitmen untuk memimpin daerah di tengah masa pandemi," demikian Wiku Adisasmito.

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

UPDATE

Prabowonomics dalam Desain APBN 2027

Kamis, 20 Agustus 2026 | 04:17

BRI KKB National Expo 2026 Hadir di 131 Lokasi dan Torehkan Rekor MURI

Kamis, 20 Agustus 2026 | 03:48

Sikap Amien Rais Makin Plinplan dan Mirip Sengkuni

Kamis, 20 Agustus 2026 | 03:14

PBB Dorong PT Timah Serap Hasil Timah Masyarakat Bangka Belitung

Kamis, 20 Agustus 2026 | 02:45

Truk Karnaval Kementerian PU Hadirkan Pesan Gotong Royong dan Kerja Nyata

Kamis, 20 Agustus 2026 | 02:16

Pernyataan Agus Burate soal 5 WN China di Tambang Emas Dibantah Keluarga

Kamis, 20 Agustus 2026 | 01:42

Jalan Harmoni, Potret Toleransi di Jantung George Town

Kamis, 20 Agustus 2026 | 01:37

Sindikat Meterai Palsu yang Bikin Negara Boncos Rp1 Triliun Dibongkar Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 01:21

Komisi V DPR Usul Kapal Penumpang dan Pengangkut Barang Dipisah

Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:59

Jampidsus Diminta Terbitkan Sprindik Baru Kasus Jiwasraya dan Asabri

Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:35

Selengkapnya