Berita

Tentara Azerbaijan/Net

Dunia

HRW: Azerbaijan Perlakukan Tawanan Perang Armenia Dengan Sangat Tidak Manusiawi

KAMIS, 03 DESEMBER 2020 | 15:19 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Laporan mengenai perlakuan tidak manusia yang dilakukan aparat Azarbaijan terhadap  tawanan perang Armenia, sudah terdengar sejak awal. Human Rights Watch Armenia, pada Kamis (3/12) kembali mengangkat isu ini dan meminta pengadilan internasional untuk membantu proses pelepasan tawanan.

Dalam video yang beredar luas sejak Oktober lalu hingga hari ini, terlihat perlakuan aparat Azerbaijan terhadap tentara Armenia yang ditawan. Mereka disiksa, dianiaya, seta dihinakan.

Orang-orang yang berada di video itu terang-terangan memperlihatkan tindakan brutalnya dengan menampar, menendang, dan mendorong tawanan perang Armenia. Para tawanan, berada di bawah tekanan maksimal, dipaksa untuk mencium bendera Azerbaijan, memuji Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev, dan bersumpah untuk kedaulatan Azerbaijan, dan menyatakan bahwa Nagorno-Karabakh adalah Azerbaijan.


Di sebagian besar video, wajah para penculik terlihat, menunjukkan bahwa mereka tidak takut dimintai pertanggungjawaban.

Direktur Human Rights Watch untuk Eropa dan Asia Tengah, Hugh Williamson, merasa sangat prihatin dengan kejadian ini.

“Tidak ada pembenaran untuk perlakuan kekerasan dan penghinaan terhadap tawanan perang,” kata Hugh, seperti dikutip dari Radio Of Armenia.

“Hukum humaniter sangat jelas tentang kewajiban untuk melindungi tawanan perang. Otoritas Azerbaijan harus memastikan bahwa penyiksaan itu harus segera diakhiri."

Di dalam beberapa bagian video yang ditinjau tim Human Rights Watch, ada tawanan lain yang mengaku diperlakukan dengan baik. Entah apakah itu sungguh-sungguh demikian, tetapi ada alasan serius untuk mengkhawatirkan keselamatan dan kesejahteraan mereka.

Hukum humaniter internasional, atau hukum konflik bersenjata, mengharuskan pihak-pihak dalam konflik bersenjata internasional untuk memperlakukan tawanan perang secara manusiawi dalam segala situasi.

Konvensi Jenewa ketiga melindungi tawanan perang "terutama dari tindakan kekerasan atau intimidasi dan terhadap penghinaan dan rasa ingin tahu publik".

Meskipun jumlah pastinya tidak diketahui, pejabat Armenia di Yerevan mengatakan kepada Human Rights Watch bahwa Azerbaijan memiliki lusinan tawanan perang Armenia.

Armenia sendiri memiliki sedikit tawanan perang Azerbaijan dan setidaknya tiga tentara bayaran asing.

Hingga saat ini Armenia masih berjuang untuk bisa membawa pulang para tahanan perang tersebut. Armenia telah melayangkan permohonan kepada Rusia untuk segera membantu proses pemulangan para tawanan.

Perwakilan Armenia telah mengajukan permohonan kepada Konvensi Eropa tentang Hak Asasi Manusia (ECHR) dan Pengadilan Eropa untuk meminta informasi mengenai jumlah dan kondisi warga Armenia yang ditahan di sana.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya